Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| Kotbah Tahun Baru 1 Januari 2010 |
|
|
|
| Written by Andy |
| Tuesday, 19 January 2010 06:43 |
|
TUHAN MENYEBERANG DI DEPAN Oleh Bishop GKPI, Pdt Dr MSE Simorangkir Nas Ulangan 31:1-8, 1 Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel. 2 Berkatalah ia kepada mereka: „Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi. 3 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. 4 Dan TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka. 5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.“ 7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: „Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. 8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.“ Pengantar Sebelum kita mendengar uraian tentang nas di atas, kami sampaikan selamat tahun baru kepada seluruh warga jemaat GKPI. Selamat Tahun Baru! Ada 3 hal yang ingin kita renungkan bersama dari Firman Tuhan hari ini, yaitu: 1. Tuhan menuntun kita menyeberang “Tuhan menyeberang di depan umat-Nya” adalah sebuah gambaran yang menarik. Kita mungkin pernah melihat seorang polisi menuntun anak-anak sekolah menyeberangi jalan. Polisi berjalan di depan dan anak-anak mengikut dari belakang. Tindakan itu mulia, sebab anak-anak pada dasarnya kurang mampu menyeberang dengan baik. Menurut ahli, lebar sudut pandang mata anak-anak ke kiri dan ke kanan masih sempit, masih hanya mampu melihat apa yang didepan saja. Tetapi secara perlahan, lebar sudut pandang ke kiri dan ke kanan dari mata anak-anak akan semakin luas seiring dengan pertumbuhan umurnya. Karena itu wajar kalau anak-anak perlu dituntun menyeberang jalan. Atau, kita mungkin pernah melihat seorang pemuda membantu seorang orang tua menyeberang jalan. Karena kegesitan orang tua tidak lagi seperti seorang pemuda, maka mereka memang pantas dibantu, apalagi di jalan raya yang ramai dan ruwet. Atau kita mungkin pernah melihat seorang guru membantu seorang pemuda yang buta menyeberang jalan, yang memang kesulitan menyeberang karena matanya tidak dapat melihat. Polisi, pemuda dan guru tadi pasti berjalan di depan, atau sebagaimana tema kita, “menyeberang di depan”. Gambaran itulah yang dipakai oleh Musa kepada Allah sebagai penuntun di jalan kita. Allah akan menyeberangkan bangsa-Nya dan Allah akan berjalan di depan. Hal ini telah menjadi khotbah yang nyata, karena Allah telah menyeberang di depan sehingga kita boleh tiba di tahun 2010. Allah yang maha kuasa dan maha baik telah berjalan melewati 365 hari di depan selama tahun 2009. Dia telah menggenggam tangan kita supaya kita tidak terjatuh atau tergelincir. Di lembah Silindung, Kabupaten Tapanuli Utara, di mana missionaris Ludwig Nommensen memulai karya penginjilan yang besar itu, ada dua sungai yang cukup besar melintas, sungai Situmandi dan Sigeaon. Sungai itu selalu membawa pasir dari hulu yang kemudian membentuk jalur-jalur dangkal ataupun yang dalam di badan sungai. Kalau orang ingin menyeberangi salah satu sungai itu, maka diperlukan seseorang yang berjalan di depan yang pandai melihat, di mana bagian sungai yang dalam atau bagian yang dangkal. Orang yang berjalan di depan itu tidak hanya pandai membaca arus sungai, tetapi dia juga sebaiknya berbadan tinggi, kekar dan pandai berenang, agar tidak mudah hanyut dibawa air. Ke arah mana dia berjalan, ke arah itulah rombongan akan mengikut, sampai semua menyeberang dengan baik. Kalau tidak ada penuntun seperti dia, maka lebih baik tidak menyeberang dan rela berjalan berkeliling lebih jauh. Gambaran inilah yang dipergunakan Musa dalam melukiskan penyeberangan Israel ke tanah Kanaan. Itu melukiskan betapa Allah itu baik hati dan akan menuntun mereka menyeberang ke tanah perjanjian itu. Demikianlah Allah akan menuntun kita menyeberang sepanjang tahun 2010. Dia akan memilih jalur yang terbaik buat kita. Ibarat orang yang menyeberang sungai tadi, Allah akan memilih jalur yang aman sebagai jalur kita untuk menyeberang.
2. Tuhan menguatkan pemimpin Tanpa rasa iri Musa mengalihkan tongkat kepemimpinan kepada seorang yang lebih muda dari dia, yakni Yosua. Musa sadar bahwa masa senjanya telah tiba. Sudah cukup lama dia memimpin bangsanya dan sekarang adalah saat berpisah, menyerahkan kepemimpinan kepada orang yang lain. Demikianlah semua orang harus sadar bahwa masa senjanya akan tiba, cepat atau lambat, agar dia mempersiapkan penggantinya yang akan mengambil alih tugas-tugasnya. Namun banyak orang tua yang tidak ingin melepas kepemimpinan, seperti yang dilakukan oleh banyak pemimpin diktator yang haus kekuasaan, atau orang tua yang selalu ingin mengatur yang lebih muda dan yang selalu berkata bahwa dulu ketika dia masih muda jauh lebih baik. Dia selalu berpendapat bahwa sekarang semua sudah kacau. Karena itu dia marah melihat tingkah laku para orang muda masa kini. Dia ingin mengatur yang muda-muda agar lebih baik dan dengan demikian lebih sukses dan berhasil seperti mereka dulu. Dia selalu ingin kembali ke belakang. Tetapi sebenarnya ini adalah bayang-bayang, sebab masa akhir hidup seseorang tidak dapat dihentikan. Musa tidak demikian, karena itu baiklah kita belajar dari kerelaan Musa untuk mundur karena umur dan menyerahkan kepemimpinan kepada generasi penerus. Sambil menyatakan dirinya mundur, Musa menguatkan hati Yosua, bahwa di bawah kepemimpinan Yosua, Tuhan akan menyerahkan musuh-musuh bangsa Israel kepada mereka. Dengan itu Musa ingin berkata, bahwa Yosua nanti akan sama baiknya dengan dia, bahkan dia akan memimpin bangsanya menyeberang ke Kanaan. Ketika Musa memimpin Israel keluar dari Mesir pada mulanya, ada banyak bangsa yang diserahkan oleh Tuhan kepada mereka. Bukan karena mereka kuat secara militer, atau kuat secara ekonomis, sehingga musuh dapat dikalahkan, tetapi karena Tuhanlah yang menyerahkan musuh kepada mereka. Sekarang dalam masa Yosua hal itu pun akan terulang, berkat penyertaan Tuhan. Di atas kertas, Israel yang kecil itu tidak mungkin masuk ke tanah Kanaan, karena di sana sudah ada bangsa-bangsa yang kuat, tinggi-besar perawakannya, pandai bertempur dan bertahan. Ini didasarkan pada laporan 12 orang pengintai yang diutus Musa dari gurun Paran, yang kita bisa baca di dalam kitab Bilangan 13. Ke 12 orang pengintai itu sudah masuk jauh ke tanah Kanaan meneliti kekuatan bangsa-bangsa yang berdiam di sana. Laporan mereka menciutkan nyali. Kesimpulan tim pengintai itu, mereka tidak mungkin masuk ke tanah Kanaan. Tidak mungkin! Mereka bahkan memandang kita seperti belalang, katanya. Namun demikian, ada seorang dari pengintai itu, yakni Kaleb, yang menguatkan hati bangsa itu. Kini Musa, seperti Kaleb, menguatkan hati bangsa itu agar teguh, tidak takut dan gemetar, sebab Tuhan, Allah, akan berjalan menyertai mereka di bawah kepemimpinan Yosua. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, apakah kita gemetar menghadapi musuh-musuh kehidupan pada tahun 2010? Takut menghadapi masalah ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan hidup? Ya, musuh-musuh kita di depan, kuat dan gagah. Angka pengangguran kemungkinan belum dapat dikurangi atau akan makin tinggi, banyak buruh yang di-PHK, harga-harga kebutuhan pokok yang naik, suhu udara yang makin panas, penebangan hutan dan kerusakan lingkungan menyebabkan banjir dan hujan yang tidak menentu, iklim berubah, penyakit semakin ganas dan beragam yang makin sulit diteliti dan diobati, kenakalan remaja dan kriminalitas semakin menjadi, dll., adalah daftar musuh yang akan menghadang kita dalam tahun 2010. Tetapi jangan gemetar, Tuhan Allah akan berjalan di depan menuntun kita menyeberang.
3. Tuhan menguatkan hati kita Khotbah ini mengingatkan kita akan peristiwa penyeberangan laut Merah. Tentara Mesir yang perkasa telah mengejar Israel dari belakang, sementara laut di depan tidak bisa diseberangi. Pada saat yang genting inilah Musa mengucapkan kalimat yang terkenal itu, “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja”. Bangsa itupun diam saja dan Tuhan menyeberang di depan. Laut itu terbelah dua dan Israel berjalan menyusul. Sungguh, Allah berjalan di depan, Dia menyeberang di depan umat-Nya. Demikianlah Allah akan menyeberang di depan kita, membelah semua rintangan, entah itu rencana jahat orang lain, kemelut internal dan eksternal, masalah keuangan, rumah tangga, pekerjaan, gereja, politik, ekonomi, masyarakat, dll. Tuhan akan menuntun kita dan menyeberang di depan, melewati semua rintangan itu. Petugas yang memanjat tiang listrik akan memanjat lebih cepat dan bekerja lebih baik jika dia punya tali pengaman, dibandingkan dengan orang yang tidak punya tali pengaman. Orang yang tidak punya tali pengaman akan bekerja dalam rasa takut, oleh karena itu ia menjadi bekerja lambat. Tetapi orang yang punya tali pengaman yakin bahwa dia aman, maka dia bekerja dengan cepat dan yakin. Demikianlah kita akan berjalan dan bekerja dengan cepat dan yakin, karena kita punya tali pengaman yakni bahwa Allah menyeberang di depan dan menyertai kita. Lagipula, orang Kristen punya tali pengaman yang diberikan Tuhan Yesus. Ketika Dia meninggalkan pesan akhir kepada murid-murid-Nya, Dia mengucapkan kata-kata yang kuat, yang kita baca dalam Matius 28:20-b, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Kata-kata itu diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada murud-murid-Nya sesudah Dia menyampaikan perintah agung yang harus dilaksanakan oleh murid-murid-Nya, yaitu memberitakan Kabar Baik. Tentu kita akan mengemban tugas itu sambil berjalan terus sampai kita memasuki tanah Kanaan, tanah perjanjian itu. Dengan kata lain kita sampai di tujuan yang ditetapkan Tuhan dengan selamat sambil melaksanakan tugas agung itu. Kita tahu, sepanjang perjalanan, Dia akan menyertai kita, sebagaimana Musa berkata, “Tuhan sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati”. Amin. Turpuk 5 Musa 31:1-8, 1 Dung i didatdati si Musa ma mangkatahon angka hata on tu sandok Israel. 2 Ninna ma mandok nasida: Boho saratus duapulu taon ahu marumur sadarion, ndang tarbahen ahu be laho ruar dohot laho bongot, ai nunga pola marlumba Jahowa tu ahu: Ndang tarbahen ho manaripari Jordan on. 3 Jahowa, Debatam sandiri taripar manguluhon ho, Ibana maniaphon angka bangso on di adopanmu, asa soluhonmu; ingkon si Josua tahe taripar manguluhon ho, songon naung nidok ni Jahowa hian. 4 Jadi bahenon ni Jahowa ma tu nasida, songon naung binahenna i tu si Sihon dohot tu si Og, angka raja ni halak Amori dohot tu tanonasida, naung siniaphonna i. 5 Ia dung dipasahat Jahowa angka nasida i di adopanmuna, ingkon bahenonmuna ma tu nasida hombar tu saluhut uhum, naung hutonahon i tu hamu. 6 Pir ma tondimuna jala marsihohot, unang tahuton hamu jala unang godoron rohamuna maradophon nasida, ai Jahowa, Debatam sandiri donganmu mardalan, ndang tagamon marsombusombu Ibana mida ho manang tadingkononna ho. 7 Dung i dijou si Musa ma si Josua, jala ninna ma tu ibana di adopan ni sandok Israel: Pir ma tondim jala marsihohot, ai sahat ma anggo ho rap dohot bangso on masuk tu tano naung niuarihon ni Jahowa tu ompunasida, naeng lehononna tu nasida, jala ho do marsagihonsa tu nasida bahen partalianna. 8 Ai Jahowa sandiri mardalan di adopanmu, Ibana mandongani ho; ndang tagamon marsombusombu Ibana mida ho, manang tadingkononna ho; unang ho tahuton jala unang ho godoron! Patujolo Andorang so tabege hatorangan ni ayat na di ginjang nakkin, sahat ma salamat taon baru nami tu sude ruas ni GKPI. Salamat Taon Baru ma di hita! Adong 3 nanaeng pahusorhusoron ni rohanta sian jamita on, ima: 1. Debata manogu hita taripar “Debata taripar manguluhon bangso-Na” ima sada gombaran na uli. Ra hea do taida sada polisi na manogu dakdanak parsikkola taripar di dalan. Mardalan ma polisi i di jolo jala mangihut ma angka dakdanak sian pudi. Denggan ma i antong, alana ndang apala boi dope dakdanak taripar sandiri. Mangihuthon na malo, ndang apala bidang dope panatapan ni dakdanak tu siamun dohot tu hambirang. Holan mamereng tu jolo dope boi dakdanak. Alai nangetnanget, lam bidang ma pamerenganna tu siamun dohot tu hambirang, molo lam magodang nasida. Alani i do umbahen na mansai porlu mamboan dakdanak taripar di dalan. Manang, hea do ra taida sada naposo dolidoli manogu sada halak na matua manaripari dalan. Porlu do i, ala ndang be goppis na matua manaripari dalan, lumobi ma i di dalan na ribur huhut na rundut. Manang hea do ra taida sada guru manogu muridna na mapitung manaripari dalan, ala maol situtu do manaripari dalan tu angka donganta na hurang parnidaan. Polisi, dolidoli dohot guru nakkin tontu sahali mardalan di jolo ni angka na niurupanna, songon nidok ni tema ni jamitanta sadari on, “taripar manguluhon”. Pandohan on ma ni hilala dipangke si Musa manggombarhon Debata si urupi hita di dalanta. Dipataripar Debata hita, jala Ibana mardalan di jolo. Songoni ma hamu angka dongan, gabe sada jamita na tarida ma i di hita, ai Debata do mardalan di jolo umbahen na boi hita sahat tu taon 2010. Debata na sun hinagogo jala na uli basa mardalan di jolo manalpui 365 ari saleleng taon 2009 na salpu i. Ditiop Ibana do tanganta asa unang tarsulandit hita jala madabu. Di rura Silindung, Kabupaten Tapanuli Utara, inganan ni missionaris Ludwig Nommensen parjolo pararathon Barita Nauli, adong do dua batang aek na balga, ima batang aek Situmandi dohot Sigeaon. Dibaor batang aek na dua on do rihit sian dolok jala sai marhusor do rihit i patupa inganan na rejet dohot na bagas di batang aek i. Marhusorhusor do inganan ni na bagas dohot na rejet i, maol botoon. Asa molo naeng taripar halak di batang aek i, porlu do adong sada halak mardalan di jolo na malo manjaha arus ni aek i jala boi mamboto di dia do inganan na bagas manang na rejet. Somalna na ginjang na bolon do halakna jala malo marlange asa unang mura maup diboan aek. Tu dia ibana mardalan, tusi ma angka donganna mangihut, sampe taripar nasida sude tu bariba. Molo ndang adong partogi na songon ibana, tumagon do halak mardalan dao marhaliang. Gombaran on do napinangke ni si Musa patoranghon pardalan ni Israel taripar tu Kanaan. Takkas ma taida disi, denggan basa ni Debata na patariparhon bangso i tu tano napinarbaga-Na. Laos songoni ma Debata annon manogunogu hita manaripari taon 2010. Pilliton ni Debata ma di hita dalan na dumenggan. Hira halak na taripar di batang aek nakkin, pilliton ni Debata ma dalan panariparan na so marmara.
2. Debata mangalehon gogo tu uluan Si Josua ma na mamboan bangso i taripar. Ndang mangiburu si Musa, jala dipasahat ibana do tungkot ni uluan i tu naumposo sian ibana, ima si Josua. Diboto si Musa do naung ro tikki bot ni ari di ibana. Nunga leleng ibana manguluhon bangsona jala nunga tikkina nuaeng marsirang, pasahathon ulaon i tu halak na asing. Songoni ma, ikkon taboto do, hatop manang lambat, ikkon ro do bot ni ari, ala ni i ikkon ma hita mangarade. Alai godang do halak na matua na sai naeng hot gabe uluan, isara ni diktator na mauas di huaso, manang halak na sai naeng mangatur naumposo na mandok najolo tikki haposoonna dao do dumenggan. Sai didok ibana, nuaeng nunga sursar be sude, jala muruk ma ibana mamereng akka naposo nuaeng. Naeng ma aturonna angka naposo asa suman tu tikki ni nasida na jolo. Sai naeng mulak ma ibana tu pudi. Hape halilu nama i, ala ikkon tu jolo do tabereng. Ala ni i denggan ma hita marsiajar sian si Musa na rade mundur sian huaso manguluhon bangsona ala ni umur, jala dilean ma huaso i tu generasi penerus. Huhut marhata parsirangan, dipargogoi si Musa ma roha ni si Josua, panggontinai, na pasahaton ni Debata do sude musu tu tangan ni si Josua. Nanaeng dohonon ni si Musa ima, dos do hinadenggan ni si Josua manguluhon bangso i songon ibana, gariada tahe ibana do dipillit Debata mamboan bangso i taripar tu Kanaan. Tikki na haruar bangso Israel sian tano Mesir uju i, godang do bangso na dipasahat Debata tu tangan nasida. Ndang ala na gogo soridadu ni Israel, manang ala na gogo ekonomi nasida, gabe boi talu akka musu, alai ala dipasahat Debata musu i tu nasida. Di tikki ni si Josua pe masa do i muse, marhite pangaramotion ni Debata. Marhite sian etongan ni pikkiran, hira na so boi do masuk Israel na metmet i tu tano Kanaan, alana di tano Kanaan i nunga adong angka bangso na gogo, angka na timbo jala na bolon halakna, jala na malo marporang huhut denggan partanobatoanna. Barita i dapot sian pangkahap na 12 halak i, na pinaborhat ni si Musa mangkahap tu tano Kanaan uju di parhorsihan Paran dope nasida. Boi tajaha i di 4Musa 13. Nunga pola didalani pangkahap na 12 i sude tano Kanaan mamareso hagogoon ni angka bangso na mian disi. Godoron do bangso Israel mambege barita nasida. Diondolhon nasida do, tung na so jadi bongot nasida tu tano Kanaan. Na so jadi do i! Huhut do didok nasida, songon sihapor do nasida dibereng musu i. Alai nang pe songon i, adong do sahalak sian pangkahap na 12 i, ima na margoar si Kaleb, na paposhon roha ni bangso i. Nuaeng pe, songon si Kaleb i, dipapos si Musa roha ni bangso i asa marsihohot jala unang mabiar, ai Debata do mandongani nasida niuluhon ni si Josua. Hamu angka na hinaholongan ni Tuhanta, mabiar hita mangadopi musu ni hangoluan di taon 2010? Mabiar hita mangadopi hamaolon ekonomi, sosial, politik, dohot lingkungan hidup? Olo tutu, mansai gogo jala bostong do angka musu i. Halak na manganggur ra lam tamba do, godang ma angka buruh na di-PHK, lam arga do situhoron, lam mohop do portibi on, lam godang do hau ditabai gabe ro ma banjir dohot udan na so tontu, partaonan pe muba ma, ro ma sahit angka na jahat jala na marragam na maol paresoon jala ubatan, hajahaton ni naposo dohot kriminalitas pe lam tamba, d.a.n., ima daftar ni musu na mangambat hita di taon 2010. Alai unang mabiar hita, Debata do mardalan taripar manguluhon hita. 3. Dipapos Tuhan i do rohanta Jamita on paingothon rohanta tu panariparion ni bangso Israel di laut Rara. Nunga jonok soridadu ni Misir na gogo i dipudi mangadu nasida, jala laut di jolo ndang boi ditaripari. Di tingki na gonting i ma didok si Musa hatana na tarbarita i, “Jahowa do marporang humophop hamu, asal ma hohom hamu” (2Musa 14:14). Hohom do tutu bangso i, jala mardalan ma Debata Jahowa taripar di jolo. Mabola ma laut i, dungi mardalan ma bangso Israel sian pudi. Sintong ma i, Debata taripar di jolo. Songoni ma Debata mardalan di jolonta, mamola sude angka ambatambat, manang na roha na jahat pe i, manang hamaolon internal dohot eksternal, masalah parhepengon, ruma tangga, ulaon, huria, politik, ekonomi, masyarakat, d.a.n. Tuhan Debata manogu hita, taripar Ibana di jolo manalpui sude angka hamaolon na mangambat hita mardalan. Tudos ma i tu halak na manjangkit tiang listrik mamangke tali polang, humatop do manjangkit dohot mulaulaon sian halak na so mamangke tali polang. Halak na so mamangke tali polang mulaulaon mardongan biar ni roha atik tung boha madabu ibana, ala ni i gabe lambat ma ibana mulaulaon. Alai halak na mamangke tali polang, pos rohana na so tupa madabu ibana, gabe hatop ma ibana mulaulaon jala marpos ni roha. Songon i ma hita mardalan marpos ni roha mulaulaon, ala taboto didongani Debata hita di pardalananta di taon on nang saleleng di ngolunta. Di hita halak Kristen, tali polang i ima hata ni Tuhan Jesus tu sisean-Na. Tingki maninggalhon tona na parpudi Tuhan Jesus tu nasida, dipasahat Ibana do sada padan na uli, ima hata na margogo situtu, na tajaha di Mateus 28:20-b, “Ai ida ma, sai na dongananku do hamu ganup ari, rasirasa ro ajal ni hasiangan on!” Dipasahat Tuhan Jesus hata i tu sisean-Na dung sidung Ibana mangalean parenta na ummarga i, ima asa mamboan Barita Nauli nasida tu sude bangso. Boanonta ma Barita Nauli i huhut mardalan sahat tu tano Kanaan, tu tano na pinarbaga ni Debata, manang sahat tu tujuan na tinotophon ni Tuhanta tu hita ganup. Taboto do, di pardalananta i, donganan ni Debata do hita songon nidok ni si Musa, “Ai Jahowa sandiri mardalan di adopanmu, Ibana mandongani ho; ndang tagamon marsombusombu Ibana mida ho, manang tadingkononna ho; unang ho tahuton jala unang ho godoron!” Amin.
|
| Last Updated on Wednesday, 20 January 2010 08:54 |





