Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Kotbah Minggu 17 Januari 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Wednesday, 20 January 2010 08:41

Tanggal : 17 Januari 2010.

Nas : Ulangan 5 : 8 – 10.

TUHAN ADALAH TUHAN YANG PENCEMBURU

Hukum Taurat diberikan Tuhan Allah adalah dalam rangka menuntun umat supaya mereka mengenal diri mereka yang sesungguhnya (Galatia 3:24). Hukum Taurat menjadi ibarat seperti cermin untuk dapat melihat hal-hal yang kurang dalam diri umat. Hukum Taurat yang diberikan tersebut menjadi sebuah pedoman tentang apa yang dapat dilakukan oleh umat dan apa yang tidak dapat dilakukan.

Salah satu persoalan yang terjadi dalam kehidupan umat adalah tentang penyembahan kepada ilah lain. Sejak dahulu hingga saat ini, penyembahan kepada ilah lain sering terjadi. Dalam perjalanan bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, Tuhan memberikan larangan penyembahan kepada ilah lain ini. Dalam pergaulan (interaksi) dengan berbagai bangsa dalam perjalanan ke tanah Kanaan; maupun setelah diam di tanah Kanaan, bangsa Israel akan mempengaruhi dan dipengaruhi. Pengaruh tersebut, diantaranya adalah masalah peribadatan. Di satu sisi, Tuhan menghendaki bangsa Israel bergerak aktif memberitakan tentang Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang benar; tetapi disisi yang lain mereka juga akan berbenturan dengan pengaruh bangsa lain yang memberitakan tentang keberadaan tuhannya. Dalam kaitan inilah, Tuhan menghendaki agar umat memiliki sikap yang fanatis dan militansi. Tidak selamanya sikap fanatis dan militansi itu negatif. Dalam hal keyakinan, kita harus bersikap fanatis. Artinya kita sungguh-sungguh yakin tentang apa yang kita yakini. Tetapi dalam hal relasi sosial (pergaulan dgn sesama) kita tidak boleh bersikap fanatis, melainkan kita harus mengembangkan toleransi. Alangkah indahnya, jika kebebasan beragama dikembangkan dalam pemahaman seperti ini. Karena masalah keyakinan adalah hak azasi yang sangat hakiki dari setiap orang. Kita yakin bahwa Tuhan yang benar, sesungguhnya tidak perlu membutuhkan pembelaan dari manusia. Kebenaran Tuhan sendiri akan menyingkapkan keberadaan Tuhan yang benar tersebut.

Keterangan Nas.

1. Tuhan adalah Allah yang pencemburu (ayat 8-9)

Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa umatNya tidak boleh membuat dan menyembah patung. Patung disini adalah representasi Iblis. Iblis memperdaya manusia sehingga jatuh kepada dosa menduakan Tuhan. Berbagai cara dilakukan oleh Iblis untuk memperdaya manusia. Manusia yang tidak hidup dalam firman Tuhan akan dengan mudah terperdaya. Ia terpikat dengan tipu daya Iblis. Dia menyangka dia telah mempermuliakan Tuhan, padahal sesungguhnya yang dilakukannya adalah mendukakan Tuhan. Orang-orang yang tidak mengetahui kebenaran firman Tuhan akan mudah takjub dengan kekuatan dan kemampuan Iblis. Tanpa menguji keberadaan roh-roh dunia ini mereka dengan segera sujud menyembah kepada Iblis. Padahal dengan tegas, Tuhan memproklamirkan dirinya sebagai Allah yang pencemburu. Allah yang hanya menginginkan agar umat menyembah kepada diriNya saja. Sama halnya dengan kecemburuan seseorang terhadap kekasihnya. Ia tidak akan pernah ikhlas membiarkan kekasihnya memiliki pujaan hati yang lain. Demikianlah dengan Tuhan. Ia tidak menghendaki umatNya memuja ilah lain. Dalam sifat kecemburuan Tuhan tersebut, kita melihat kasih Tuhan terhadap umatNya. Kasih yang sebenarnya melindungi umat dari kehancuran dan kebinasaan. Jika umat melakukan sebagaimana kehendak Tuhan, maka mereka akan mengalami kehidupan yang berkesinambungan dalam kebahagiaan. Sebaliknya, jika umat melanggar kehendak Tuhan, maka mereka akan mengalami kehidupan yang susah.

2. Pemeliharaan Tuhan terhadap umat dan dunia ini (ayat 11)

Dalam larangannya tersebut, Tuhan mengingatkan tentang hukuman kepada orang yang melanggar dan berkat kepada orang yang melakukan. Tuhan berkata bahwa Ia akan membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Tuhan, tetapi Ia akan menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Tuhan dan berpegang kepada perintah-perintahNya.

Dalam hal ini, kita harus melihat hukuman yang dikaitkan kepada anak cucu tersebut adalah dalam rangka kasih Tuhan untuk menjaga kelangsungan dunia ini. Melalui aturan seperti itu, Tuhan menunjukkan kerinduanNya terhadap dunia yang penuh dengan puji-pujian terhadap namaNya. Tentulah kita tidak dapat membayangkan bahwa dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Tuhan. Aturan itu telah dibuat Tuhan. Selanjutnya, tergantung kepada pilihan manusia itu sendiri. Apakah dia mau hidupnya dan hidup anak cucunya diberkati? Jika itu menjadi keinginannya, maka janganlah pernah menduakan Tuhan. Sekali kita berpegang kepada Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan kita; maka sepanjang kehidupan kita dan anak cucu kita, baiklah Dia tetap dipuja dan diagungkan.

Penutup

1. Ditengah-tengah dunia ini, kita seringsekali diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Dan salah satu pilihan yang mahapenting dalam kehidupan kita adalah kepada siapa kita percaya dan mempercayakan diri kita dengan sepenuh hati? Jika kita salah menentukan pilihan, maka pilihan tersebut akan mempengaruhi hidup kita selanjutnya.

2. Tuhan memperkenalkan diri sebagai Tuhan yang pencemburu. Melalui perkataanNya ini, Tuhan mengungkapkan kasihNya terhadap umatNya. Kasih yang melindungi dan memelihara umatNya dalam sepanjang masa. Sebab Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah, baik kemarin, hari ini, esok sampai selamanya (Ibrani 13:8).

Pdt.Parsaoran Sinaga,M.Min

 

Last Updated on Wednesday, 20 January 2010 08:53
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 4 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID