Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Khotbah Minggu 14 Pebruari 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Tuesday, 26 January 2010 02:49

Nas : 1 Timotius 3 : 1 – 7.

Thema Minggu : Pimpinan Yang Ideal

KARAKTER PEMIMPIN KRISTEN


Dalam Perjanjian Baru ada dua kata yang melukiskan kekuasaan tertinggi para pemegang jabatan dalam Gereja yaitu:

  1. Penatua (presbuteros): Pemimpin komunitas umat Yahudi, bertugas memimpin peribadahan, mengatur, menegur dan memberikan tindakan disiplin bila diperlukan.
  2. Uskup /Penilik/Pengawas atau Penanggungjawab (Episkopos). Melalui surat-surat Paulus kita mendapat fakta bahwa Penatua dan Penilik adalah identik dan menunjuk kepada orang yang sama. Tetapi, mengapa ada dua sebutan? Jawabnya adalah: presbuteros melukiskan pemimpin gereja sebagaimana adanya, mereka adalah orang-orang tua dan anggota jemaat yang dihormati. Episkopos melukiskan peranan atau tugas mereka yaitu: menilik kehidupan dan pekerjaan Gereja. Seorang Episkopos juga adalah Pemimpin di tengah-tengah para Penatua, yang pada dasarnya adalah sederajat dengan dia. Ia hanyalah Penatua yang karena situasi dan kepribadiannya menjadikan dirinya pemimpin bagi pekerjaan Gereja.

Penjelasan

1. Jabatan Penilik Jemaat adalah pekerjaan yang indah (mulia). Pada jaman gereja perdana jabatan ini diemban oleh laki-laki tetapi pada jaman sekarang ini jabatan ini dapat diemban oleh siapa pun : tua muda, laki-laki perempuan, kaya miskin ; tentu saja harus memenuhi persyaratan yang sudah disepakati bersama. Siapa pun yang menjadi Penilik Jemaat dan bagaimana pun sistem pemilihannya kita meyakini bahwa Allah sendirilah yang menetapkan para hambaNya untuk menjadi seorang Pemimpin dan Pelayan (bnd. Yoh 15:16, Why 17:14).

2. Kriteria Pemimpin Kristen ditetapkan sebagai berikut:

Seorang yang tak bercacat: orang yang tidak dapat dicela karena ia mempunyai kelakuan yang baik (irreprehensible : tidak mungkin ditemukan kesalahan padanya tidak ada sesuatu pun yang dapat ditangkap oleh musuh). Seorang  Pemimpin Kristen haruslah mengupayakan kehidupan yang suci di atas dunia.

Seorang Pemimpin Kristen haruslah menikah hanya dengan seseorang: dia adalah suami/istri yang setia, yang mempertahankan pernikahannya dengan segala kekudusan.

Seorang yang dapat  menahan diri (n?phalios), bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan cakap mengajar dan bukan peminum (paroinos): Seorang pemimpin haruslah dapat mempunyai kendali diri yang tampak jelas pada perilakunya yang baik dan sopan, tidak suka bertengkar atau menimbulkan keributan (parainos juga berarti suka bertengkar dan kejam). Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut (Amsal 20:1). Seorang Pemimpin haruslah juga cakap mengajar baik melalui perkataan juga perbuatan hidup (1 Tim 5:19-22) Pemimpin Kristen juga harus seorang yang terbuka hatinya dan terbuka pintu rumahnya supaya melalui pelayanannya kepada sesama ia memberi kesempatan yang indah bagi keluarganya untuk mendukung pelayanan di tengah-tengah bangsa dan masyarakat.

Seorang yang bukan pemarah (pl?kt?s = pemukul) tetapi peramah,pendamai, bukan hamba uang: Ada orang-orang yang dalam hubungannya dengan orang lain senang menyulut pertengkaran. Namun, pemimpin Kristen yang benar tidak menginginkan hal lain kecuali berdamai dengan sesamanya. Juga diharuskan seorang pemimpin bukan hamba uang. Ia tidak pernah mengerjakan sesuatu semata-mata demi keuntungan. Ia mengetahui bahwa ada nilai lain yang lebih dari sekedar nilai uang.

Seorang yang hidupnya dan keluarganya baik, bukan yang baru bertobat: Ruang lingkup pelayanan seorang pemimpin Kristen adalah Gereja dan masyarakat umum. Seseorang yang tidak mampu mengatur keluarganya sendiri, bukanlah orang yang tepat untuk mengatur keluarga Gereja. Tidak ada yang lebih melukai Gereja kecuali orang yang aktif di geeja naum tingkah laku dan kehidupan sosialnya bertentangan dengan iman yang diakui dan diajarkannya. Dia juga bukan seseorang yang baru bertobat karena ia dapat menjadi sombong karena merasa diri penting sehingga memberi kesempatan kepada Iblis untuk menyerang persekutuan yang dipimpinnya.

Renungan.

Dalam dunia kekafiran situasi dan kondisi hidup yang dihadapi adalah busuk dan tak bermoral. Banyak hal yang terjadi di tengah masyarakat terjadi begitu saja sebagai sebuah kebiasaan hidup tanpa ada teguran atau pengajaran untuk memperbaikinya. Tetapi, dunia seharusnya berbeda oleh karena Firman Tuhan dan Kasih Karunia Kristus telah datang ke dalam dunia. FirmanNya menyinari dan kasihNya menyucikan dunia ini.

Perubahan dan perbaikan sifat orang dunia dapat dilakukan melalui pegangkatan Pemimpin yang hidupnya dikendalikan dan dipimpin oleh Kristus. Pemimpin yang cakap, jujur, setia, rajin mengerjakan tugas kepemimpinannya dan takut akan Tuhan. Pada Pemimpin yang berintegritas serta berkualitas tinggi ini dapat tercapai apa yang dipesankan oleh Tuhan Yesus: “Pergilah …… Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman”. (Mat 28 : 19-20). Melalui pelayanan para pemimpin ada banyak jiwa dapat dimenangkan bagi Kerajaan Tuhan. Amin.

Pdt. Lucia L. Tobing.

 

 

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 04:16
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 2 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID