Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| Khotbah Minggu 21 Pebruari 2010 |
|
|
|
| Written by Andy |
| Tuesday, 26 January 2010 02:55 |
|
Minggu : 21 Pebruari 2010. Nas : 1 Timotius 6 : 11 – 16. Thema Minggu : Yesus Kristus Raja Gereja.
HAKIKAT SIKAP HAMBA ALLAH
Penjelasan Nas. Nas ini sangat menarik perhatian dari kalangan rohaniawan atas rentetan suatu perbuatan yang disaksikan langsung oleh Paulus, yakni suatu perilaku ketamakan, mengejar kekayaan, cinta uang. Tentunya lazimnya suara kemanusiaan selalu menarik baginya akan kemilauan harta, dan tidak terkecuali sebagai seorang hamba Allah. Kesadaran akan hal itu maka Paulus dalam nas ini mengingatkan Timotius sebagai manusia Allah (ay.11) dan pada 2 Timotius3, 17 istilah itu bukan untuk Timotius saja tetapi kepada semua orang Kristen. Kemudian Paulus dengan tegas mengatakan, setelah menjauhi akan semua jenis kejahatan/dosa itu harus diisi dengan perilaku: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Khusus untuk mengisi sikap ini Paulus bahkan berkata “Kejarlah” yakni suatu sikap yang tidak sekedar basa-basi, statis atau biasa saja akan tetapi diibaratkan seperti pertandingan (ay.12). Ada kata kunci dalam melakukan perbuatan baik itu yakni hidup yang kekal. Semua yang dilakukan itu sangat beralasan dan apa yang dikejar juga tidak akan sia-sia, semua telah diikrarkan (ay.13). Dalam deskripsi Paulus tentang perilaku: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan, penting dipahami dengan seksama bahwa ajaran itu haruslah dengan sepenuh hati, 1 Timotius 1:18-19, kekuatan dan penuh prinsip yang dilakonkan secara dinamis, grafik naik sampai kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Ay.14, Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diriNya, - ay.15, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia. Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan). Inilah cirri khas Paulus yakni, ketegasan dan tidak lupa akan nasihat semua untuk Kemuliaan Allah (ay.16, bagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.)
Penerapan. Ada nasihat tua yang sudah berkumandang untuk melakukan kehendak Allah yakni istilah dari Yesus: menyangkal diri Matius 16, 24. Kunci keberhasilan yang ampuh untuk melakukannya adalah menyangkal diri. Menyangkal diri dalam hal ini adalah menghindarkan unsure pilitis tentang kepentingan pribadi. Sangat masuk akal jika suatu ungkapan Indonesia yang mengatakan musuh terbesar adalah diri sendiri. Karena demi kepentingan pribadi maka segala sesuatu dapat dikorbankan atau disangkal. Kemudian sesuatu di luar diri kita adalah lebih penting, dan yang dimaksud di luar diri itu adalah diri Yesus sendiri (termasuk segala nasihatNya). Semua perbuatan baik tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba atau secara mudah. Paulus mengajak kita unutk LATIHAN (1 Timotius 4, 7). Allah bisa karena biasa.
Refleksi. Sebagai hamba Allah atau sebagai umat Allah di GKPI penting untuk melatih diri dalam melakukan yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Kegagalan berjemaat atau kegagalan suatu gereja adalah berawal dari tidak adanya keinginan dan kerinduan yang kuat untuk selalu setia dalam melakukan perbuatan baik, sehingga Roh Kesatuan itu menjadi sirna. Nas saat ini memang sangat dikhususkan bagi para hamba Allah (pendeta, penatua, dan para pelayan). GKPI sangat merindukan suatu sikap dari para pelayanNya untuk memiliki Roh Kesatuan, untuk mempererat kesatuan umatNya dalam ibadah, keseharian. Untuk itu supaya Firman ini dapat dimenangkan dalam GKPI baiklah semua aras untuk siap dalam mengejar: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Pdt. L.L. Sihotang, STh.
|
| Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 03:51 |





