Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Khotbah Minggu 28 Pebruari 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Tuesday, 26 January 2010 02:57

Nas : Nehemia 9 : 26 – 31.

Thema Minggu : Ingatlah Segala Rahmatmu dan Kasih Setiamu Ya Tuhan.


ALLAH PENGASIH DAN PENYAYANG

Nehemia adalah orang yang ikut mengalami pembuangan di Babel. Ia kembali ke Yerusalem yang kemudian diangkat sebagai ‘Bupati’ di tanah Yehuda (Nehemia 5 ; 14). Nehemia pun berusaha membangun kembali tembok-tembok kota Yerusalem. Meskipun dengan payah dan banyak tantangan, akhirnya tembok-tembok itupun berhasil dibangun kembali. Di sini Nehemia bertindak sebagai tokoh pemerintahan/politik dan bukan sebagi tokoh agama. Meskipun begitu ia meneruskan banyak hal keagamaan ; Nehemia menegakkan kembali imamat orang Lewi, persembahan perpuluhan, memberlakukan peraturan hari sabat, dan melarang perkawinan campuran. Jadi sebagai pemimpin politik Nehemia sangat memperhatikan berlakunya kaidah-kaidah agama Israel . Pribadi Nehemia juga sangat mendukung keagamaan, ia berdoa, meskipun doa-doanya tidak panjang dan lebih bersifat praktis. Nehemia sangat praktis dan mampu memimpin orang lain. Nehemiah sendiri merasa bahwa semua yang dilakukannya itu sebagai panggilan Allah.

Penjelasan Nas.

Setelah umat Allah mengalami pembuangan, Nehemia merasa perlu mengadakan pembaharuan. Pembaharuan diawali dengan mengumpulkan seluruh umat Allah pada saat bulan puasa. Mereka membaca beribadah, baca firman dan berdoa. Yesua, Kadmiel muncul sebagai pengkhotbah. Ia memberikan siraman rohani bagi umat Allah agar dapat disegarkan kembali jiwa mereka yamng sudah rapuh. Salah satu bagian khotbah Yesua Kadmiel adalah menyoroti sifat nenek moyang Israel dan perbuatan Allah kepada umatNya. Itulah yang menjadi bagian nas khotbah minggu ini.

Dalam Khotbah Yesua Kadmiel ini menunjukkan sifat nenek moyang orang Israel yang sangat duniawi. Mereka adalah orang pendurhaka, pemberontak, jahat di hadapan Allah, angkuh. Berulang kali mereka melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menunjukkan ketidaktaan kepada Allah. Akibatnya, Allah menghukum mereka dengan cara menggunakan bangsa lain, misalnya dibuang ke Babel . Memang, setiap mereka berada di dalam penghukuman, barulah mereka mengingat akan Allah dan berteriak meminta pertolonganNya. Peristiwa itu berulang kali terjadi. Dalam setiap teriakan itu, Allah mendengarkannya dan segera menolong, membebaskan umatNya dari penderitaan. Allah pengasih dan penyayang. Itulah berita yang hendak disampaikan dalam nas ini.

Renungan.

1. Nehemia. Walaupun bukan secara langsung Nehemia menyampaikan khotbah ini kepada umat Tuhan, namun ia telah merekam renungan indah ini kedalam kumpulan tulisannya. Di samping itu patut disyukuri, sebagai “pejabat daerah”, Nehemia telah memfasilitasi bahkan ikut memberikan andil dalam pembaharuan umat Tuhan. Warga Kristiani yang duduk sebagai pejabat di pemerintahan perlu meneladani perbuatan Nehemia. Para pejabat juga bukan sekedar memberikan sisa anggaran yang ada tetapi turut memperjuangkan yang seharusnya milik umat. Lebih bermakna lagi, apabila pejabat Kristiani mau memberikan dukungan dan mendorong warga gereja lebih melakukan kegiatan keagamaannya lebih hidup. Semua itu pastilah mendorong umat Tuhan makin merasakan kasih Allah itu.

2. Kasih Allah.Manusia tidak mampu memprediksi jalan hidupnya.Tetapi sesungguhnya, ketidakmampuan manusia menentukan jalan hidup, disitulah terasa kasih-sayang Allah. Allah  itu kasih kepada semua manusia. Manusia seharusnya mengaminkan, bahwa Allah itu kasih. Pengaminan kita atas kasih Allah itu adalah seperti diungkapkan Paulus (I Tesalonika  5:18) : Mengucap syukurlah dalam segala hal.

Ada seorang putri yang mengalami saki keras, dimana ia tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Orang yang paling disusahkan si putri yang sakit keras ini adalah ibunya. Si Ibu ini sudah putus asa dengan penyakit putrinya. Sang ibu sudah melakukan banyak usaha demi kesembuhan, membawa putrinya berobat ke berbagai tempat. Satu hal yang belum dilakukan ibu ini adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Kemudian sang ibu berdoa memohon pertolongan kesembuhan putrinya. Memang di luar nalar manusia, tak lama kemudian si putri mengalami kesembuhan.

Sesungguhnya Allah ingin memberikan sukacita, damai sejahtera, kemaknuran bagi seluruh manusia. Allah sayang kepada semua manusia. Oleh sebab itu, Allah tidak menginginkan manusia itu durhaka, memberontak, angkuh, jahat di hadapanNya. Tetapi Allah menginginkan agar manusia dapat merasakan kasihNya dan berpengharapan pada hidup sorgawi. AMIN.

Pdt. Hasintongan Gurning, M.Min.

 

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 03:51
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 6 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID