Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Minggu I Maret 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Tuesday, 26 January 2010 03:34

Minggu I Maret 2010.

Nas: Mazmur 115:9-15


Kita harus jujur mengakui bahwa dalam perjalanan hidup ini, kita sering ragu, khawatir dan takut. Hal itu terjadi karena banyaknya tantangan yang kita alami dalam melaksanakan tugas-tugas kita, termasuk masalah hari depan, yang akan kita jalani. Masalah pekerjaan, sekolah anak-anak, kesehatan dan masa tua kita kelak. Mazmur ini mencontoh suatu aspek ibadah Israel; peran serta yang bersahutan antara pemimpin dan jemaat. Mazmur ini ditulis sesudah zaman pembuangan, disebut orang-orang yang takut akan Tuhan. Mazmur ini ditulis oleh orang Israel dan orang-orang proselit (bangsa lain yang percaya kepada Allah orang Israel). Tetapi mazmur 22:24 memberi petunjuk orang-orang yang takut akan Tuhan tersebut adalah umat Israel sendiri. Mazmur ini dibuat untuk mengenang kembali kasih karunia Allah semasa/zaman keluaran bangsa Israel. Di mana bangsa Israel boleh mengalami hal yang luar biasa, bukan karena keadaan mereka sendiri tetapi hanya karena atas nama dan kodrat Allah sendiri.

Penjelasan.

Bersandar adalah unsur pertama dalam hal mempercayai. Allah mampu membantu maupun memberi pertolongan/melindungi (perisai) orang-orang yang mempercayai Dia. Kepatuhan sederhana itu hendaknya menandai setiap anggota umat Tuhan. Sekedar terdaftar menjadi anggota tidaklah cukup. Tetapi beriman adalah penyerahan hidup sepenuhnya kepada yang kita percayai, walaupun belum dapat kita lihat (Ibr. 11:1). Penyerahan dan kepercayaan itu harus dimiliki oleh semua umat itu, semua anggota keluarga (Yos. 24:15). Baik orang-orang yang memiliki jabatan atau kedudukan yang tinggi harus percaya sepenuhnya kepada pertolongan dan bimbingan Tuhan (bnd. Ayat 10). Juga tidak sekedar orang yang terkenal taat melaksanakan ketentuan agama, harus datang secara pribadi dalam kepasrahan kepada Tuhan.

Kepastian. Tanda umat Allah berikutnya adalah kepastian mengenai perhatian dan kebaikanNya. Tuhan tetap mengingat dan akan memberkati. Tidak ada satu orangpun yang terluput dari kasih Tuhan, tidak ada yang terlewat, semua janji-janjiNya akan digenapi olehNya. Bukan hanya diulangi ketiga kelompok yang telah disebut dalam ayat 9-11 (Israel, Kanaan, Harun dan orang-orang yang akan Tuhan). Tetapi ditambah lagi baik kepada orang-orang kecil maupun orang besar. Di mata Tuhan manusia adalah sama, memerlukan pertolongan dan berkat.

Doa. Mengikuti adalah sebagai unsur yang hakiki/mendasar dalam kepercayaan yang sejati. Karena kepercayaan yang sejati adalah sikap yang hanya mencari Allah untuk mencari pertolongan. Dan hanya memandang dan mengharapkan di dalam Dia satu-satunya sumber kecukupan. Kecukupan kebutuhan masa kini untuk kita sendiri, maupun untuk kebutuhan masa depan, generasi berikutnya yaitu anak-anak kita. Sikap penuh percaya ini terungkap dalam doa, dialaskan kepada kemahakuasaan Allah. Hal itu dicontohkan kepada keagungan dan kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Bahan Diskusi.

Bahan atau pokok diskusi ini didasarkan atas tiga pokok sesuai dengan bagian-bagian nas renungan.

1. Bersandar (ay. 9-11). Kepada siapakah orang Israel bersandar, mohon pertolongan dan perlindungan? Adakah yang menyimpang saat ini dari iman yang sesungguhnya? Kekuatan kita hanya dari Tuhan (bnd. Fil. 4:13).

2. Kepastian (ay. 12-13). Apakah janji Allah pasti akan terlaksana?

3. Doa (ay.14-15). Apakah berkat Tuhan datang, tanpa kita meminta kepadaNya? Bagaimanakah kuasa doa itu?

Pdt. O. Pasaribu, MTh.

 

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 04:36
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 4 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID