Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| Menyongsong Tahun Pria GKPI 2010 |
|
|
|
| Written by Andy |
| Tuesday, 26 January 2010 06:14 |
|
MENYONGSONG TAHUN PRIA GKPI 2010
Syalom....Kita kini berada di tahun yang baru, 2010. suasana tahun baru pun mungkin masih terasa, yang disertai rasa syukur atas penyertaan Tuhan. Tahun ini juga adalah tahun terkahir kepengurusan/majelis di GKPI, mulai dari pusat sampai ke jemaat. Selain itu tahun ini juga perlu menjadi tahun refleksi dan evaluasi atas apa yang sudah dilaksanakan untuk Tuhan dan sesama selama periode kepengurusan yang lalu. Masihkah kita memaknai secara benar motto GKPI “Melayani Bukan Untuk Dilayani ? Jawabannnya terpulang kepada masing-masing kita warga GKPI. Sebagaimana sudah diprogramkan maka tahun ini, 2010, dicanangkan sebagai Tahun Pria. Dan hal ini juga sudah mulai disosialisasikan dalam berbagai kesempatan, secara formal ataupun informal termasuk melalui suara GKPI, walaupun mungkin sampai sekarang masih terbatas yang sudah mengetahuinya, terutama jemaat-jemaat yang ada di pedesaan. Terlepas dari seberapa banyak sudah warga GKPI mengetahuinya, tentunya pencanangan Tahun Pria sangat penting dan patut diapresiasi. Disana pasti ada niat suci untuk semakin membangunkan dan memberdayakan kaum pria, bukan hanya secara seremonial atau administratif saja, tetapi pada semua aktivitas dan kehidupan jemaat dan berjemaat. Apakah kaum pria selama ini kurang berdaya guna ? Adakah itu juga pengaruh dari tidak adanya seksi pria di pusat sebagaimana seksi perempuan, sekolah minggu dan pemuda ? Belum tentu juga, bukankah dijemaat sendiri menurut PRT GKPI sudah ada seksi pria ? Bagaimanapun ini menjadi sebuah terobosan baru, dan kita harapkan akan membawa dampak positif yang signifikan di GKPI secara umum, khususnya untuk kaum pria. Mengapa kita katakan bahwa ini sebuah terobosan ? Selama ini secara sinodal/terpusat memang belum pernah dicanangkan Tahun Pria walaupun beberapa kali sudah diadakan festival paduan suara pria GKPI (nasional), tetapi hanya terbatas pada kegiatan festival tersebut saja, tidak ada kegiatan lain, dan bahwa festival tersebut dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Tahun Pria GKPI tidak pernah terdengar, atau kah gaungnya yang tidak sampai ke jemaat dimana penulis berada ?
Peran Kaum Pria GKPI Sekarang mari kita lihat ke-berperan-an kaum pria GKPI. Bila kita berbicara tentang keanggotaan kepengurusan atau kemajelisan, penatua, pengurus ini itu dari pusat sampai ke jemaat maka harus diakui bahwa pria sangat dominan/lebih banyak (contoh kecil di resus Kabanjahe, dari sebelas seksi yang terisi hanya satu di ketuai kaum perempuan yakni seksi perempuan (ini pun mungkin juga karena tidak bisa diisi kaum pria)). Apakah hal tersebut terbawa atau dipengaruhi oleh budaya kesukuan yang patrinial (didominasi kaum pria) dan masuk ke ranak jemaat ? (warga GKPI mayoritas suku Batak Toba yang patrinial). Ini tentu masih perlu diteliti lebih lanjut. Tetapi kalau kita melihat keaktifan dan keberadaan dalam kegiatan berjemaat sehari-hari, seperti dalam kebaktian Minggu dan kebaktian malam atau pun perayaan-perayaan, pria sangat jauh ketinggalan khususnya dalam jumlah kehadiran. Benar memang bahwa secara hitungan matematis, kaum perempuan lebih banyak, tetapi toh kalau dibuat persentase tetap kaum perempuan lebih dominan. Dalam kebaktian Minggu umpamanya, jumlah perempuan bisa lebih dua kali atau bahkan tiga kali jumlah pria, apalagi dalam kebaktian malam. Dan ini inilah fakta yang tak terbantahkan di GKPI.
Masih Kurang Persiapan Bahwa melalui pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Pria, kita berharap banyak hal akan dapat dilakukan, kaum pria akan semakin berdaya guna atau pun semakin proaktif, kreatif dan dimanis. Itu adalah hal yang sangat wajar. Tetapi tentunya semua itu tidak akan dicapai begitu saja, perlu persiapan yang matang. Apa yang sudah dilakukan sekarang sehubungan dengan pencanangan Tahun Pria tersebut nampaknya masih sangat minim, bahkan sosialisasinya pun masih kurang, kalau tidak mengatakan bahwa persiapan kita masih sebatas wacana dan sosialisasi terbatas. Jangankan untuk mengetahui orang atau kegiatan dalam rangka Tahun Pria tersebut, yang mengetahui bahwa tahun 2010 telah dicanangkan sebagai Tahun Pria saja pun masih sangat minim. Mari kita bandingkan, umpamanya, dengan pencanangan dan pelaksanaan Tahun Perempuan tahun 2009 yang sudah dimulai pada tahun 2008, termasuk pemasangan spanduk dan bahkan pemilihan/penetapan panitia Tahun Perempuan, dan juga program/kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Tahun Perempuan tersebut sudah ditentukan. Lalu bagaimana dengan pelaksanaan Tahun Pria ?, apakah sambil jalan memikirkan kegiatan atau “dat-dat je” sebagaimana kata kami di daerah Karo. Kita berharap tidak demikian. Semua warga GKPI, khususnya kaum pria ingin segala jenis kegiatan benar-benar diprogramkan dan dipersiapkan dengan matang.
Apa Yang Harus Dilakukan “A good beginning is half done”, demikian ungkapan dalam Bahasa Inggris yang menyatakan betapa pentingnya perencanaan atau pun persiapan yang matang ketika akan melakukan sebuah kegiatan. Hal tersebut pantas untuk kita renungkan, khususnya orang-orang yang berkompeten/pengambil keputusan di GKPI, sehubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka Tahun Pria 2010 ini. Hal ini bukan mengatakan bahwa mereka lah (seumpama besok) yang menjadi pelaksana, tetapi bagaimana semua potensi diarahkan dan diberdayakan untuk terlaksananya program tersebut. Beberapa hal yang sangat perlu/mendesak dilakukan antara lain : Sosialisasi yang semakin intens terutama kepada jemaat-jemaat yang ada di desa. Jangan sampai ada nanti warga jemaat (pria) yang tidak mengetahui bahwa tahun 2010 adalah Tahun Pria. Ini tentunya menjadi PR kita semua termasuk Pendeta Resort dengan memberdayakan para pengurus resort/jemaat. Lebih cepat lebih baik. Penunjukan/penetapan Panitia Tahun Pria. Sebuah pekerjaan besar tentunya membutuhkan Sumber Daya Manusia yang benar-benar berkualitas dan ini harus dipertimbangkan dalam pemilihan panitia, baik untuk pengurus inti maupun seksi-seksi. Jangan ada anggota panitia yang hanya mau numpang nampang tanpa pekerjaan yang jelas. Mereka juga harus segera bekerja keras untuk menyusun program/kegiatan, termasuk untuk menjemaatkan kegiatan tersebut tentunya boleh dengan bantuan koordinator wilayah dan resort untuk setiap bidang, untuk memastikan bahwa rencana kegiatan tersebut benar-benar sampai ke jemaat. Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan wilaya atau resort, biarlah wilayah dan resort sendiri yang mengaturkannya tentang jenis kegiatan dan waktu pelaksanaan tentunya berpedoman kepada bantuan umum yang sudah ditetapkan oleh panitia pusat. Perlu juga dipertimbangkan sinode am periode tahun ini, sehingga dapat diatur jadwal kegiatan yang tidak berdekatan agar segala potensi dapat diberdayakan dengan optimal. Terkait dengan pemograman kegiatan oleh panitia agar benar-benar diperhitungkan kegiatan yang bisa mengakomodir seluruh potensi kaum pria, dan bukan hanya paduan suara saja. Bukankah kaum pria hanya sebagian kecil yang bertalenta berpaduan suara ? Tentu masih banyak lagi yang perlu dilakukan termasuk juga umpamanya bagaimana agar antusiasme kaum pria tergugah dan mau mengikuti seluruh kegiatan yang sudah diprogramkan.
Mari seluruh warga GKPI khususnya kaum pria kita sambut tahun 2010 Tahun Pria di GKPI dengan memberdayakan diri sendiri untuk semakin proaktif, kreatif dan dinamis sebagai wujud tanggung jawab kita dalam ber Tuhan, ber Kristen, ber jemaat dan ber GKPI. Semoga..!!
Toga Sidari Samosir, Urusan SGKPI di Kabanjahe.
|
| Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 06:56 |





