Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Minggu, 11 Juli 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Wednesday, 09 June 2010 05:09

Minggu : 11 Juli 2010.

Nas : Yakobus 5 : 1 – 6.

Thema Minggu : K e t a m a k a n.

Tuhan tidak mengutuk harta milik pribadi , tetapi Ia juga tidak menyerukan diciptakannya komunitas Kristen baru . Akan tetapi pesan-Nya  dengan keras  menghakimi praktek-praktek  rakus baik di Galilea. Kekayaan tidak begitu saja jatuh dari langit. Kekayaan adalah komoditi dalam sistem aturan sosial yang mengontrol perolehannya  dan penggunaannya. Harta  bahwa pada dasarnya  bukanlah jahat tetapi dapat berbahaya . Harta dapat segera berubah  menjadi si jahat kalau jatuh pada orang jahat. Harta dapat menjadi majikan yang paling baik kalau jatuh kepada orang yang baik, dan materi adalah majikan yang paling jahat kalau jatuh kepada orang yang jahat, sebaliknya Tuhan  tidak membela kemiskinan atau kelaparan, penderitaan atau penolakan; tetapi menunjukkan bahwa keadaan ini menjadi berkat terselubung yang membuat para pengikut-Nya tanggap kepada-Nya. Tuhan  tidak menjungjung kemiskinan atau menyatakan dukungan-Nya bagi orang miskin .Sebaliknya , Ia menunjukkan bahwa keadaan mereka dalam hidup ini telah menguntungkan mereka karena mereka mau mengikuti Dia, sedangkan orang yang lebih beruntung telah menolak  Dia karena kemandirian mereka.

Penjelasan Nas.

1.  Ada pandangan “ sindrom rasa  salah” memandang harta/ kekayaan dengan curiga . Materi pada dasarnya tidaklah jahat,  tetapi perlu diwaspadai bahayanya.  Dapat dilihat perangkap- perangkap akan harta : Harta dapat menjadikan  buta.  Kisahnya cukup jelas tentang orang kaya dengan Lazarus. Orang kaya tinggal dirumah mewah, berpesta setiap hari. Kekayaannya diperoleh dengan halal dia  bukan seorang penipu dan perampok. Lazarus sipengemis yang menderita penyakit kulit menunggu remah-remah roti yang jatuh. Selayaknyalah orang kaya yang dimaksud lebih perduli terhadap sesamanya, tetapi anjing yang tidak pavorit menjilati luka-luka tubuh Lazarus yang malang dan  memandang dengan penuh belas kasihan dan iba sedangkan si kaya tidak memperdulikannya . Kisah ini berakhir dengan tragis ; orang kaya terpanggang di neraka, sedangkan Lazarus duduk di pangkuan  Abraham (Luk 16:19-23). Harta dapat berobah menjadi majikan : Bukan lagi dia yang mengatur harta tetapi harta yang mengaturnya (Luk 16:1-9).Kekayaan dapat membawa akibat yang mengutuk. Yesus menggarisbawahi hal ini dalam mengenai seorang yang kaya yang bodoh yang akan merombak  lumbung-lumbungnya sebab dia beranggapan bahwa dia hidup oleh karena hartanya (Luk 12:13-21). Dari paparan di atas, materi dapat segera berubah menjadi si jahat yang menggulingkan pemerintahan Allah . Dalam konteks modern, keprihatinan, kekayaan, dan kenikmatan,  dapat melahirkan kekuatiran, resah tentang apa yang mereka makan, yang mereka pakai, di mana mereka tinggal dan berapa banyak uang yang akan diperoleh (bnd Luk 12:22-34) dan (Mat 6 : 19-21;25-33).

2. Dalam konteks ini Yakobus mencela orang kaya , tetapi perlu dicermati yang dicela bukanlah kekayaan yang dicela, tetapi sikap akibat harta atau kekayaan.  Dimana harta seharusnya  dapat berfungsi menjadi alat untuk  semakin peka terhadap   rasa kebersamaan di antara sesama. Harta sering menimbulkan status yang berbeda rasa sombong. Satu hal yang perlu disadari setiap insan bahwa kita hidup bukanlah karena harta melainkan karena anugerah Tuhan dan perlu kesadaran   akan sifat  kemanusiaan  dan  alam kehidupan yang cepat berlalu. Yakobus menuduh orang kaya yang menyeret orang miskin ke pengadilan, menghujat nama Kristus, menumpuk kekayaan, hidup dalam kesenangan, dan membunuh untuk mendapatkan harta. Ia menuduh mereka sebagai penindas-penindas dan memberi suatu gambaran yang jelas tentang penindasan itu, tetapi ia tidak menuduh mereka hanya karena kekayaan mereka. Materialisme adalah penyimpangan penyediaan Allah akan dunia materi. Ini merupakan pergeseran kekuasaan yang menyebabkan manusia tidak menguasai hal-hal materi, tetapi justru diperbudak. Bila seorang hidup untuk mengumpulkan hal-hal materi, ia menjadi budak materi tersebut. Dalam Roma 1: 25, dikatakan; “ dan mereka… menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya.Yesus mengecam kekayaan karena  merupakan sesuatu rintangan terhadap keselamatan dan pemuridan (bnd. Luk.18:24-25; Mat.19:24).Kekayaan sering memberi keamanan yang palsu, menipu (Mat.13:22) sehingga  kesetiaan penuh dari hati kita tidak terpenuhi ( bnd Mat.6:21).  Keserakahan  biasanya hanya  mementingkan diri sendiri , tidak lagi perpusat pada Allah, yang akhirnya   senang sendiri , soor sendiri nikmat sendiri.Keinginan untuk kaya tidaklah salah tetapi orang yang hanya mengejar kekayaan sering menimbulkan perhambaan (bnd. Mat.6:24) yang mengakibatkan  hidup seperti orang fasik.

3.  Alkitab tidak mengajarkan bahwa semua orang kaya adalah orang berdosa. Namun apa yang digambarkan Yakobus merupakan cirri dari banyak orang kaya (bnd. Yak.2:1-3). Pada akhirnya mereka yang kaya akan meratap dan menagis karena perbuatan mereka sendiri yang lebih mengasihi hartanya daripada orang-orang yang membutuhkan bantuan yang ada ditengah-tengah mereka. Kebahagiaan harus di mulai dengan rasa bersyukur untuk segala sesuatu yang dimiliki  pada saat ini.Pandangan umum diantara orang Yahudi pada zaman PB ialah bahwa mejadi kaya merupakan tanda dari anugerah khusus Allah dan bahwa mejadi miskin adalah merupakan tanda dari ketidaksetiaan dan ketidaksenangan pada Allah. Namun, gagasan tersebut dengan keras ditolak oleh Kristus (bnd. Luk.6:20;  16:13;  18:24-25). Karena sering kali orang kaya hidup seolah-olah mereka tidak memerlukan Allah. Dengan mengejar kekayaan, kehidupang rohani mereka tercekik (Luk.8:14) dan mereka dibawa ke dalam pencobaan dan keinginan yang mencelakakan (1Tim. 6:9). Terlalu sering orang kaya mengambil keuntungan dari yang miskin (ay.5-6). Orang Kristen tidak boleh berpegang erat kepada barang milik mereka sendiri sebagai jaminan kekayaan atau jaminan pribadi, tetapi mereka harus menyerahkan kekayaannya dan menempatkan segala sumber penghasilan mereka ke dalam tubuh Tuhan  untuk dipergunakan dalam kerajaannya untuk memajukan maksud Kristus di dunia dan bagi keselamatan dan keperluan orang lain.

Renungan.

1.  Materi adalah suatu aspek dasar kehidupan yang tidak mungkin diabaikan. Alkitab tidak  menunjukkan bahwa materi sesuatu yang rendah nilainya. Jadi materi adalah satu dari bagian dari hidup kita yang penting dan tetap, tetapi jangan hidup menjadi materialistis.

2. Materi adalah sebagai alat penukar dan penimpan nilai, materi dapat mempermudah penanganan kita tentang harta, tetapi  Tuhan menghendaki agar kita secara dinamis dapat mengendalikan harta kekayaan yang kita peroleh dan itu  bermamfaat bila berguna untuk kemuliaan Allah.

3.  Jadilah  pemelihara kekayaan Tuhan untuk menunjukkan kasih-Nya, kita dapat menggunakan kekayaan kita kepada kedewasaan untuk menyempurnakan  kita dalam kasih, kemurahan hati, kerajinan, pengendalian diri, displin, rasa syukur, dan sifat-sifat rohani lain.

Pdt. J. Silitonga, M. Th.

 

Last Updated on Wednesday, 09 June 2010 05:15
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 2 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID