Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Minggu I Juni 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Wednesday, 09 June 2010 05:24

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:698895796; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1845373118 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} -->

Minggu I Juni 2010.

Nas: Rut 8 : 2 – 7.

“TUHAN ITU ALLAH YANG PENUH PERHATIAN

DAN PEDULI AKAN UMATNYA YANG MEMILIKI PRINSIP KUAT DAN PEKERJA KERAS!”

Kisah Rut akan senantiasa mengingatkan kita akan kesetiaan yang luar biasa dan menjadi teladan bagi para perempuan hingga masa kini. Janji imannya akan senantiasa dikenang: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau…; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, ke situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku…, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”( Rut 1:16-17). Janji ini tidak saja berisikan janji kesetiaan untuk mengikut Naomi mertuanya untuk kembali ke Betlehem, tetapi janji untuk setia kepada Tuhan Allah yang dipercayainya setelah menjadi menantu Naomi, sekali pun Rut belum tahu jelas akan apa yang dihadapinya ke depan bersama dengan Naomi.

Penjelasan.

Janji ini menjadi begitu menarik jika kita tahu situasi yang melatarbekanginya. Rut seorang perempuan Moab yang diperistri oleh salah satu anak Elimelekh dan Naomi, yang merantau ke tanah Moab setelah terjadi kelaparan di Betlehem-Yehuda. Tidak berapa lama, Elimelekh dan kedua anaknya meninggal di Tanah Moab, tinggallah Naomi dan kedua menantunya di Tanah Moab. Naomi bermaksud untuk kembali ke Betlehem-Yehuda setalah mendengar kabar bahwa Tuhan Allah telah memperhatikan umatNya dan memberi makanan kepada mereka di tanah asalnya. Naomi memerintahkah kedua menantunya untuk kembali ke rumah orangtua mereka masing-masing, yang tentunya juga bebas untuk menentukan sikap termasuk untuk kembali kepada kepercayaannya yang semula. Menantu yang satu yaitu Orpa, menerima perintah ini dan kembali kepada orangtuanya, namum Rut tidak demikian. Dia berikrar untuk tetap mengikuti Naomi ke tanah asalnya dan tetap menyembah Tuhan Allah yang dipercayai oleh Naomi. Ikrar ini sangat luar biasa, sebab sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan dihadapinya ke depan, namum janjinya untuk menyembah Tuhan Allah yang disembah oleh Naomi adalah tanda kepercayaan yang sungguh kepada Tuhan, kerelaan untuk mempercayakan hidup kepada Tuhan. Akan sangat mudah dan menyenangkan untuk Rut kembali kepada orangtuanya, tetap tinggal di Moab negeri yang makmur, bebas menentukan langkahnya sebagai seorang janda, sebab hal ini dimungkinkan oleh hukum adat di negerinya dan juga dalam adat istiadat bangsa mertuanya. Namun dia menepis semuanya itu untuk mengikut Naomi dengan segala kemiskinannya dan mengikuti Tuhan Allahnya. Dalam hal ini kita melihat bahwa Rut adalah tipe wanita yang memiliki prinsip dan keyakinan yang kuat. Dia wanita yang berhati baja, teguh dalam pendirian, yakin akan pengharapan.

Cerita kesetiaan Rut masih terus berlanjut sesampainya di Betlehem, kampung halaman mertuanya. Di sana Rut memperlihatkan kesetiaanya, dia menjadi pemungut bulir-bulir jelai yang berjatuhan di belakang para penyabit. Pekerjaan ini tergolong sangat rendah, sebab hanya orang-orang miskinlah yang melakukannya mengharap belas kasihan penyabit dan siempunya ladang tentunya (Rut 2). Hal ini mendatangkan simpati yang luar biasa dari orang-orang di sekitarnya, termasuk si empunya ladang, yaitu Boas. Apa yang diperlihatkan Rut di sini adalah perpaduan antara prinsip kuat, dan kerja keras. Dan pada akhirnya kita tahu akhir cerita Rut, hidupnya diberkati oleh Tuhan dengan berkelimpahan dan lewat dia martabat keluarga Naomi ditegakkan, dan Dia menjadi wanita terpilih sebagai ibu bagi Obed lewat perkawinannya dengan Boas, Obed memperanakkan Isai, ayah Daud (Pasal 4). Itu artinya, Rut menjadi nenek moyang bagi keturunan raja Daud, dan dari keturunan raja Dauh lahir Sang Mesias.

Bahan Diskusi

  1. Bagaimanakah tanggapan kita akan kisah Naomi dan Rut ini?
  2. Kita tahu bahwa benar, Tuhan senantiasa memperhatikan dan membuka jalan bagi umatnya, namun cukupkah hanya dengan meyakini hal tersebut? Keyakinan yang kuat, prinsip yang kuat dari seorang Rut untuk mengikut Naomi dan Tuhan yang dipercayainya, diiringi dengan kerja keras untuk mengubah hidup dan penderitaan/kemiskinan, dan lihat apa yang terjadi pada akhirnya?
  3. Prinsip hidup yang benar disertai deng upaya dan kerja keras akan menghasilkan berkat-berkat berkelimpahan. Tuhan tidak menginnginkan umatnya hanya hidup dalam prinsip lalu kemudian bermalas-malasan, Tuhan menginginkan kerja keras disertai dengan keyakinan yang kuat oleh umatNya, lalu saksikan, mujizat itu nyata. Amin.

Pdt. Thomas A. Sitorus, M.Th.

 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 2 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID