Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Minggu II Juni 2010 PDF Print E-mail
Written by Andy   
Wednesday, 09 June 2010 05:25

Minggu II Juni 2010.

Nas : Yakobus 1 : 12 – 16.

PENCOBAAN

Siapakah Yakobus, hamba Allah dan hamba Tuhan Yesus Kristus ini? Ahli Perjanjian Baru sampai sekarang belum setuju mengenai masalah ini. Karena memang harus diakui bahwa untuk mencapai kepastian mutlak, tidak diketahui cukup fakta. Yakobus adalah nama biasa. Tempat tinggalnya tidak disebut sedangkan suratnya tak ada alamatnya. Kebanyakan Ahli PB menganggap bahwa surat Yakobus disusun sesudah tahun 62 M. Keistimewaan surat Yakobus adalah kesungguhannya dalam menekankan iman dan perbuatan yang tidak dapat dan tidak boleh dipisah-pisahkan. Dengan perkataan lain, Yakobus melawan dengan sekuat tenaga kemunafikan, di mana iman Kristen hanya dianggap sebagai teori keselamatan, yang memang indah serta berguna, tetapi yang tidak punya akibat apa-apa untuk hidup sehari-hari.

Penjelasan.

 

  1. Pencobaan sebagai ujian. “Berbahagialah” adalah biasa sebagai permulaan suatu ucapan (Mzm 32:1-2; Matius 5; Yoh 20:29). Yesus mempergunakan kata “berbahagia” untuk menunjukkan sesuatu yang menakjubkan, yang brtentangan dengan pandangan umum (mis. berbahagialah yang berdukacita). Apa yang dimaksud Yakobus di sini dengan pencobaan? Dalam ayat 2-4 pencobaan-pencobaan itu lebih diartikan sebagai ujian yang datang dari luar dan yang memberikan kesempatan baik untuk melatih iman. Jadi sebagai sesuatu yang positif. Mereka yang bertahan, bertekun, akan lulus ujian dan beroleh mahkota kehidupan (Why 2:10); karena itulah mereka berbahagia. Pemberian mahkota kehidupan adalah berdasarkan dua hal yaitu a. karena bertahan, b. karena mengasihi Allah. Bagi Orang percaya tidak ada perbedaan antara kedua hal ini. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Allah akan bertekun dalam pencobaan, justru karena kasih itu. Kasih terhadap Allah diwujudkan dalam ketekunan.
  2. Pencobaan sebagai Godaan. Yakobus menyatakan bahwa pencobaan itu pasti tidak berasal dari Allah (bnd. 2 Sam 24:1;1Taw 21:1; Ayub 1:12). Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat. Allah yang sempurna itu sama sekali tidak punya hubungan dengan yang jahat.  Bila demikian, siapakah yang bertanggungjawab bila saya dicobai? Yakobus menjawab dengan tegas bahwa pencobaan itu terjadi karena: dirimu! hawa nafsumu! Sesuatu dapat menjadi godaan bagi kita, apabila kita diseret dan dipikat oleh hawa nafsu, sehingga manusia sendiri yang harus disalahkan dengan segala hawa nafsunya. Keinginan nafsu itu dapat mengandung kejahatan (kepentingan diri sendiri, mengabaikan orang lain dan Tuhan) akan mengakibatkan lahirnya dosa. Dosa melahirkan maut (bnd. 1 Kor 15:56; Rom 7:5-12; Mat 18:7-9). Tetapi mereka yang bertahan akan mendapat mahkota kehidupan (ay. 12)
  3. Janganlah sesat ! Setiap pemberian yang baik adalah dari Allah datangnya. Tersesat karena tidak mengetahui jalan, karena tidak mau berjalan pada jalan yang ditentukan, karena tidak mau bertanya jalan mana yang harus dijalani dalam kehidupan, atau bahkan mengambil resiko jalan dengan pengertian sendiri. Janganlah sesat ! dan terlebih jangan menyesatkan orang lain.

 

Bahan Diskusi.

  1. Dari perikop ini kita dapat belajar tentang bagaimana sikap kita tentang “pencobaan”. Apakah pencobaan itu, dari mana datangnya dan adakah peran manusia sendiri atau Allah yang membuat manusia “dicobai”?
  2. Dapatkah kita belajar dari Tuhan Yesus tentang pencobaan yang dihadapiNya dan juga dari jemaat di  gereja mula-mula? Supaya kita tidak menjadi orang Kristen yang munafik melainkan menghidupi iman dengan perbuatan nyata
  3. Tabahlah dalam menghadapi pencobaan hidup.

Pdt. Lucia Lumbantobing, S.Th.

 

Last Updated on Wednesday, 09 June 2010 06:01
 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 2 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID