Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| Jangan Sembarangan Menggunakan Bahan Plastik |
|
|
|
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita tidak terlepas dari penggunaan bahan dari plastik. Selain ringan, plastik tidak mudah pecah. Ada banyak kode yang dapat kita lihat di kemasan plastik, kode tersebut sangat berguna karena dapat menunjukkan kepada kita bahan plastik dan dampak pemanfaatannya, sehingga dapat membantu kita dalam pemakaiannya. Sering kita memasukkan air atau makanan yang panas atau yang baru mendidih ke dalam mangkuk plastik, memanaskan makanan di kemasan plastik atau kita memakai botol minuman plastik secara berulang-ulang, menggunakan alat dapur berbahan plastik yang sering terkontaminasi dengan panas, memasak air di ketel berbahan plastik dengan listrik. Hal ini semua menutut kita untuk lebih teliti dalam penggunaannya. Kode yang biasa terdapat di plastik yaitu: 1. PET (polyethylene terephthalate), tertera logo daur ulang dengan angka 1 ditengahnya. Biasanya dipakai untuk botol jus, botol air mineral, dan botol ini direkomendasikan untuk sekali pakai dan jangan dipakai untuk air hangat apalagi air panas. 2. HDPE (high density polyethylene), tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan hdpe di bawah segitiga biasanya dipakai untuk bolot susu yang berwarna putih, hdpe ini memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Botol ini juga direkomendasikan untuk sekali pakai. 3. V atau PVC (polyvinyl chloride) tertera logo dengan angka 3 ditengahnya, biasanya ditemukan pada plastik pembungkus dan botol – botol, plastik ini sulit di daur ulang dan kandungan dari PVC yang terdapat pada plastik pembungkus dapat masuk ke makanan bila dipanaskan. PVC ini berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. 4. LDPE (low density polyethylene), tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya serta tulisan ldpe, biasa di pakai untuk tempat makanan dan botol – botol yang lembek. Barang – barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang – barang yang memiliki fleksibilitas tetapi kuat. Bahan ini tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk makanan. 5. PP (polypropylene), tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan pp. bahan ini merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama yang berhubungan dengan makanan, botol minum dan juga botol minuman untuk bayi. Botol dengan bahan ini transparan yang tidak jernih atau berawan. 6. PS (polystyrene), biasa di pakai untuk bahan makan Styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan ini dapat mengeluarkan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan, dimana styrine ini berbahaya untuk otak, masalah reproduksi dan saraf . Styrine ini dapat juga dijumpai pada dari asap rokok, asap kendaraan, dan bahan kontruksi. 7. Other (biasanya policarbonat), biasanya ditemukan di tempat makanan atau minuman seperti botol minum olahraga, gelas anak balita, dll. Polycarbonate dapat mengeluarkan Bisphenol-A ke dalam makanan atau minuman apabila mengalami proses pemanasan, yang dapat merusak system hormon, penurunan reproduksi sperma dan mengubah fungsi imunitas. Ini berarti kita lebih harus bijak dan teliti dalam menggunakan bahan plastik. Dengan memperhatikan kodenya kita bisa memilih dan memakai bahan plastik yang lebih baik, misalnya hanya untuk sekali pakai memiliki bahan dengan kode #1, #2 dan juga penggunaan bahan plastik dimana plastik dapat mengeluarkan zat kimia jika mengalami proses pemanasan dan karna ini dapat menyebabkan kanker. Tidak hanya dalam penggunaan plastik saja, kita juga harus bisa menjaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan ini harus di mulai dari diri sendiri. Mengapa? Salah satunya yaitu dengan membuang sampah sembarangan kita dapat mencemari tanah air dengan bahan kimia yang keluar dari plastik itu yang sangat berbahaya untuk kesehatan kita dan lingkungan dimana tanah air adalah salah satu sumber air yang kita gunakan nantinya. Contoh yang lain yaitu, pemakaian kantongan plastik jika kita berbelanja itu juga mempengaruhi tingkat kesehatan lingkungan kita, sekarang ini bisa kita lihat jika barang belanja kita sedikit tetapi plastik yang di pakai banyak, ada baiknya jika kita lebih sedikit untuk memakai katungan plastik jika barang belanja kita sedikit karna itu akan berpengaruh pada produksi plastik dan berpengaruh juga nantinya pada lingkungan kita, atau kita juga bisa membawa keranjang ke pasar untuk meminimalkan pemakaian plastik. Dan yang harus kita ingat yaitu mencegah penyimpanan air minum atau makanan dalam keadaan panas dalam plastik, mencegah memanaskan makanan di dalam bahan plastik, menggunakan kemasan berbahan stainlees untuk meyimpan makanan atau minuman. Dan yang harus kita ingat yaitu, karena “lebih baik mencegah daripada mengobati”.
PP GKPI RK Kabanjahe, dari berbagai sumber.
|




