Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

Keong Mas Dapat Juga Dibasmi Dengan Pestisida PDF Print

 

Oleh Drs.Godlim Panggabean, M.Sc

 

Dalam pertemuan dengan Pengmas (SGKPI Maret 2009), Amanta Pdt.H.Lumbantobing, Korwil Silindung mempertanyakan bahwa sawah dari jemaatnya banyak di serang hama keong mas yang perkembangannya sangat cepat sehingga merusak tanaman padi yang baru di tanam. Bagaimana mengatasinya ?

Amanta Wesly Lingga dari Pengmas merespons dengan baik keluhan ini dengan menganjurkan petani memelihara bebek. Karena bebek merupakan “musuh alami” dari keong mas. Artinya pada saat tanam dimulai maka bebek dilepas ke sawah sehingga bebek itu akan memakan keong mas itu.

Cara itu memang jitu, tapi seandainya petani tidak punya bebek, keong mas dapat juga dibasmi menggunakan pestisida. Tetapi berhati-hati, sesuai dengan falsafah Pemberantasan Hama Penyakit Terpadu (PHT) bahwa penggunaan pestisida adalah upaya terakhir, jika cara cara lain tidak menpan lagi. Artinya, jika pemberantasan dengan cara alami tidak memungkinkan barulah gunakan pestisida. Dapat dimengerti karena pestisida ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernafasan. Bahkan, berbahaya terhadap hewan piaraan dan ternak serta ikan. Sekali lagi diingatkan kalau menggunakan pestisida perhatikan petunjuk keamanannya. Pada waktu menggunakan jangan makan, minum atau merokok. Pokoknya, jangan sembarangan, sebab bisa berakibat fatal.

Nama pestisidanya : Bayluscide !

Kalau cara cara biasa tidak menpan lag, maka apa boleh buat terpaksa menggunakan pestisida. Nama pestisida pembasmi keong mas ini adalah Bayluscide . Diproduksi oleh perusahaan Bayer Crop Science Mohon perhatian ti dengan baik, kalau diinformaskan disini mengenai bayluscide ini, bukan promosi supaya dibeli. Tetapi sekedar informasi untuk membantu petani. Terserah mau digunakan atau tidak, sepenuhnya berdasarkan pertimbangan petani Tidak ada paksaan..

Bayluscide ini bahan aktifnya disebut Niklosamida 250 g/l, adalah moluskisida yang bekerja secara racun kontak dan pernafasan berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, berwarna coklat jernih untuk mengendalikan keong mas (pomacea canalicutata) pada tanaman padi. Keunggulan dari bayluscide ini adalah (1) efektif mengendalikan keong mas mulai menetas, siput muda sampai siput dewasa.(2) bentuk formulasi prima, penyebaran emulsi sempurna di air, (3) Kualitas terjamin, tidak bersifat korosif pada kemasan.

Cara aplikasi & hasil percobaan

Bayluscide diaplikasikan pada air macak macak 3-5 cm. Waktu aplikasi sebelum tanam sampai 3 minggu setelah tanam. Penggunaannya 1 liter/ha. Pernah diteliti hasil percobaan rata rata dari 4 lokasi. Ternyata hasilnya menggunakan bayluscide 2ml/l membunuh 81 siput, apabila bayluscide 3 ml/l membunuh 88 siput.

Pengalaman petani

Edi Muchtar seorang petani dari Desa Salam Jaya, Kec. Pabuaran, Subang Jawa Barat,membeberkan pengalamannya bahwa keong mas merupakan salah satu hama terberat bagi petani selain tikus. Keong mas, lanjutnya, menyerang bonggol padi. Kalau sudah terserang bonggolnya, dipastikan tanaman bakal mati. “Di siang hari hama itu tidak kelihatan karena ada di lumpur, tapi kalau pagi dan sore mereka menempel di batang padi,” sambung Agus Tasam, petani di lokasi sama.

Secara tradisional, petani biasanya mengambil satu persatu hewan bercangkang tersebut dari batang padi. Namun, “Kalau jumlahnya sudah ribuan, ya capek juga dan buang waktu sekali. Padahal kita bisa isi waktu dengan aktivitas lain,” tambah Agus.

Terkendali

Kegundahan Edi dan Agus mulai mencair sejak mereka mencoba menggunakan Bayluscide. Setidaknya sudah dua musim tanam, mereka menggunakan produk Bayer CropScience ini. “Efek pengendaliannya kuat. Ketika diaplikasikan, keong mas langsung mati. Semua jadi aman,” terang Agus yang memiliki sawah seluas tiga hektar ini. Untuk menghindari serbuan keong mas, dua hari sebelum tanam Agus memberikan Bayluscide 250 EC ke lahan. Caranya cukup mudah, Bayluscide hanya dikucurkan saja di pancuran. Biasanya Edi memberikan dosis dengan takaran satu liter Baylucide per hektar. “Kalau kena air, dia langsung menyebar ke seluruh pojok sawah sehingga merata semua kena obatnya. ,” jelasnya.

Kalau tidak sempat, Agus menggunakan Bayluscide sesegera mungkin setelah tanam. Tapi caranya dengan penyemprotan. Dosis yang digunakan juga sama, satu tutup botol Bayluscide per hektar. “Hasilnya sama saja, malah lebih fleksibel bisa disemprot atau hanya dikucurkan saja ke lahan. Sekarang semua petani di Subang pakai Bayluscide,” sambungnya.

Ingin mencoba ?

Seandainya ingin mencoba, Bayluscide ini mempunyai dua kemasan yaitu 80 ml dan 250 ml. Harga HET Bayluscide kemasan 80 ml sekitar Rp. 17.500 sedangkan yang 250 ml sekitar Rp. 47.000. Seandainya di Toko/Kios pertanian belum ada yang menjual, cobalah menghubungi petugas Bayer namanya Bp.Obert Manik dengan nomor Hape 0811722907.

Semoga petani dapat menanggulangi hama yang merugikan petani ini. Silahkan mencoba, jika mau !

 

 

 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 6 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID