Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| HIV / AIDS Sudah Ada Di Antara Kita Bagian 1 |
|
|
|
Pengantar. 1. Topik Petang AN-TV sabtu tgl 25 April 2009 pukul 18.30 wib mewartakan bahwa masyarakat Tarutung, desa Huta Bagasan menolak anak balita yang mengidap HIV/AIDS untuk kembali ke-kampung halamannya di desa tersebut diatas. Anak tersebut sudah yatim piatu dan orang tuanya juga meninggal dunia karna tertular HIV/AIDS. Alasan masyarakat menolaknya karna mereka merasa takut tertular bagi semua penduduk desa penyakit HIV/AIDS tersebut. Anak itu sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pringadi Medan, dijaga oleh pihak keluarganya dan pihak Rumah Sakit. 2. Kelompok Kerja (Pokja) HIV/AIDS, GKPI dalam beberapa tahun ini (2005 -2009) telah mengadakan penyuluhan ke beberapa daerah pelayanan GKPI (Samosir, Simalungun, Dairi, Asahan, Medan) untuk menjelaskan kepada masyarakat dan warga gereja tentang HIV/AIDS (asal mulanya, bahayanya, penularannya, pencegahan dan sikap kita terhadap ODHA). Pokja mengundang pembicara dari dinas kesehatan setempat, para ahli dan tinjauan teologis tentang penyakit dari para pendeta. 3. Pada saat kunjungan kami ke gereja Lutheran Tanzania pada bulan Oktober-Nopember 2007 disalah satu gereja terbesar di Dar Es Salam (ibu kota Tanzania), Distrik Kinondoni Bishop Malasusa menjelaskan bahwa : Hiv/Aids sudah masuk dalam gereja kami, sudah banyak orang Afrika yang mati karna HIV/AIDS, maka gereja harus peduli, berbuat, mendorong masyarakat luas untuk terlepas dari bahaya yang sangat berbahaya itu. Bishop Malasusa pada hari minggu itu langsung memimpin pesta pengumpulan dana untuk lanjutan pembangunan gedung Hiv/Aids (mereka sangat peduli dengan kondisi sosial masyarakat luas). Hampir semua distrik mendirikan lembaga penanganan HIV/AIDS, gereja berbuat hal-hal yang dibutuhkan warga. 4. Tujuan tulisan ini kami buat untuk menolong masyarakat (jemaat) kita memahami HIV/AIDS dengan sebenarnya untuk selanjutnya tidak menempuh kebijakan dan tindakan yang keliru. Agar pemberitaan topik petang AN-TV itu tidak akan pernah terulang lagi. Maklumi hal itu boleh terjadi hanya karna kurang memahami.
Pengertian. Memahami HIV/AIDS AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV (Human Immune Deficiency Virus). Virus ini maemasuki dan menginfeksi sel darah putih manusia yang merupakan sistem pertahanan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sel darah putih yang terinfeksi HIV akan rusak struktur genetisnya secara permanent. Akibatnya, tubuh tidak lagi mempunyai kekebalan sehingga mudah terserang penyakit. Jadi AIDS adalah : Kumpulan gejala penyakit akibat rusaknya kekebalan tubuh oleh HIV.
HIV dapat diidentifikasi pada cairan tubuh seseorang yang terinfeksi, terutama didaerah, semen (air mani) laki-laki, cairan vagina dan mulut rahim. Tetapi diluar tubuh dan cairan tubuh manusia, HIV mudah rusak-walaupun dalam penelitian terakhir, HIV ternyata dapat hidup selama berhari-hari didalam alat suntik.
Penularan Seseorang dapat tertular bilamana cairan tubuh yang mengandung HIV memasuki sistem peredaran darahnya. Jalur penularannya dapat melalui :
· Hubungan seksual (Vaginal atau anal) · Parenteral (melalui pembuluh darah: transfuse darah, alat/jarum suntik) · Perinatal (dari ibu pengidap HIV ke anak: saat kehamilan, saat melahirkan, menyusui) Namun tidak perlu kuatir karena HIV tidak menular melalui · Tinggal serumah, bergandeng tangan ataupun ciuman · Makan sepiring atau minum dengan gelas yang sama juga tidak melalui pakaian · Batuk, bersin · Gigitan serangga termasuk nyamuk
Penularan melalui Hubungan seksual Penularan melalui hubungan seksual merupakan jalur terpenting Karena jumlah kasus infeksi HIV/AIDS terbanyak melalui jalur ini. Sebaiknya kaum muda memperoleh informasi tentang masalah seksual dari guru atau orang tua mereka , ketimbang mereka mengetahui dari sumber yang tidak bertanggung jawab, dari teman sebaya dengan informasi yang tidak lengkap atau bahkan langsung mempraktekkannya. Hubungan seks berganti - ganti pasangan berisiko tinggi tertular HIV dan Penyakit menular seksual lainnya. Fakta menunj ukkan bahwa : · Di kalangan sebagian anak muda usial akil baliq, ada kebiasaan agar mereka dapat diterima sebagai "kawan" bila telah menunjukkan "kejantanan"nya dengan melakukan hubungan seks. Pada face ini dibutuhkan peran aktif orangtua, guru, tokoh agama untuk mendampingi mereka · Karena HIV ditemukan dalam air mani dan cairan vagina pengidap, maka HIV dapat menular dari laki-laki (homoseksual). Hubungan seks melalui anus sangat beresiko untuk tertular. · Sebagai upaya pencegahan, kondom dapat digunakan sebagai alat mencegah penularan ataupun mencegah kehamilan, walau tidak menjamin 100%. Hal itu tergantung bagaimana cara memakai, dan konsistensi pemakaiannya.
Kebanyakan orang sampai saat ini masih cendrung hanya menyalahgunakan kelompak yang menganut homoseks dan kelompok Pekerja Seks Komersial sebagai biang penularan dan penyebaran HIV\AIDS. Padahal sebenarnya, semua orang berisiko tertular HIV/AIDS, tergantung perilakunya, dan tergantung kebiasaan yang tidak mengikuti prosedur standar dalam melakukan pekerjaan berisiko seperti tenaga medis (misalnya: tidak menggunakan sarung tangan bila bersentuhan dengan darah atau cairan tubuh pasien).
Penularan Melalui Darah (Parenteral) Darah pengidap HIV dapat menular kepada orang lain apabila ditransfusikan kepada orang lain. Juga dapat tertular bila menggunakan jarum suntik berganti-ganti. Saat ini pecandu narkoba suntik banyak tertular HIV karena praktek berganti-ganti jarum suntik. Seseorang yang terinfeksi HIV tidak diperkenankan menjadi donor darah, ataupun mendonorkan organ tubuh. Darah yang akan digunakan untuk transfusi, wajib untuk dites HIV sebelumnya. Ini bukan berarti bahwa seseorang akan berisiko tertular HIV bila menjadi pendonor darah. Peralatan kesehatan seperti jarum suntik, pisau operasi dan peralatan yang penggunaannya berhubungan dengan darah atau cairan tubuh seseorang, sebaiknya hanya digunakan pada satu orang, dan harus disterilkan sebelum digunakan pada orang lain lagi. Juga pisau cukur jangan digunakan berganti-ganti.
Penularan dari Ibu Pengidap HIV kepada anaknya (Perinatal) Seseorang wanita pengidap HIV, harus sangat hati-hati bila memutuskan untuk hamil. Fakta menunjukan bahwa pengidap HIV yang sedang hamil akan menjadi pencetus munculnya gejala-gejala AIDS lebih dini. Juga sangat berisiko terjadinya penularan dari ibu kepada Janin yang dikandungnya. Secara statisitik diperkirakan 30% - 40% bayi yang lahir dari ibu HIV akan terinfeksi HIV/AIDS Apabila seseorang wanita tahu bahwa dirinya mengidap HIV, sebaiknya tidak hamil dan sang suami sebaiknya menggunakan kondom saat berhubungan seks. HIV terdapat didalam ASI ibu menyusui walaupun dalam konsentrasi sedikit. Penularan melalui ASI, sebenarnya bergantung pada proses menyusuinya itu sendiri dimana daya isap sang bayi. Walaupun demikian, banyak kasus membuktikan bahwa bayi menyusui dari ibu HIV positif tidak tertular HIV/AIDS.
Lanjut ke Bagian 2 |




