Bahan PA Ibadah Keluarga
Koor Tahun Pria GKPI 2010
Download File
Berita Pelayanan
Khotbah
Opini GKPI
Wacana GKPI
Wawasan GKPI
Renungan GKPI
Artikel
Arsip Dokumen Web GKPI
| HIV / AIDS Sudah Ada Di Antara Kita Bagian 2 |
|
|
|
Pemeriksaan HIV Sampai saat ini telah banyak jenis tes untuk mendeteksi ada tidaknya HIV dalam tubuh seseorang. Tes yang terkenal adalah tes ELISA dan tes WESTERN BLOT. Kedua tes ini mendasarkan pada deteksi ada tidaknya antibodi yang dikeluarkan tubuh untuk melawan kuman penyakit yang masuk. Tes ELISA adalah skrining pertama untuk menentukan ada tidaknya antibody. Namun tes ini masih perlu dikonfirmasikan dengan tes Tes Western Blot untuk menentukan apakah antibody yang dideteksi tadi benar-benar antibody terhadap HIV atau bukan, sebab tubuh mengeluarkan antibody yang sangat spesifik untuk setiap kuman penyakit yang berbeda. Sayangnya, tubuh baru dapat mengeluarkan antibody terhadap HIV paling cepat 6 minggu sampai 3 bulan setelah terinfeksi. Sehingga apabila dilakukan tes pada selang waktu tersebut, hasilnya akan negaitf padahal orang tersebut sudah terinfeksi (negatif palsu). Dalam keadaan seperti itu, seseorang sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain secara "diam-diam" tanpa ia sadari. Oleh karena itu, tes harus diulang kembali setelah 3 bulan untuk memperoleh hasil yang sebenarnya. Periode dimana seseorang telah terinfeksi namun belum terdeteksi, dikenal dengan istilah "periode jendela" (window period)
Tujuan tes HIV adalah untuk: · Mendiagnosa apakah seseorang terinfeksi atau tidak · Mengetahui seberapa luas penyebaran HIV ditengah masyarakat.
Syarat Pemeriksaan HIV Sebelum melakukan pemeriksaan HIV, ada beberapa persyaratan dan langkahlangkah yang harus dipenuhi : · Pastikan bahwa calon yang akan memeriksakan diri mempunyai risiko tertular HIV, dengan mengecek faktor-faktor risiko (berganti-ganti pasangan seks, menerima transfuse darah, pecandu narkotik suntik, dll) · Lakukan konseling dan terangkan kemungkinan hasil yang diterima dan kesiapan klien untuk menghadapinya · Klien menandatangani "informed consent" yaitu pernyataan tertulis kesediannya untuk diperiksa secara sukarela. · Sarankan untuk tidak lagi berperilaku risiko tinggi setelah pengambilan darah · Jaga kerahasiaan proses tes dan hasilnya. Pastikan hanya yang bersangkutan yang menerima hasil tes secara langsung dalam suatu konseling post tes
Gejala AIDS, Pengobatan Dan Perawatan Pasien Bila seseorang terinfeksi, maka seumur hidupnya HIV ada didalam tubuhnya. Tetapi tidak otomatis akan muncul gejala penyakit. Ia bisa hidup tanpa gejala apapun sampai bertahun-tahun. Munculnya gejala tergantung pada sudah seberapa banyak antibody dirusak oleh HIV, sehingga daya tahan tubuh menurun, yang mengakibatkan tubuh sangat rentan terhadap serangan berbagai kuman penyakit. Umumnya gejala AIDS yang muncul antara lain : · Diare terus-menerus · Berat badan menurun drastis · Gejala penyakit kulit · Batuk: infeksi paru-paru · Demam · Adanya luka-luka di mulut akibat jamur
Manifestasi gejala yang muncul bisa terjadi diberbagai bagian tubuh, tergantung dimana kuman penyakit menyerang. Sampai saat ini belum ada obat mujarab yang dapat membunuh HIV dan menyembuhkan AIDS. Obat-obatan terhadap HIV yang ada, secara spesifik belum mampu membunuh virus tetapi diarahkan untuk mencegah perkembang-biakan virus secara cepat. Dengan demikian dapat meningkatkan daya tahan tubuh penderita. Terhadap gejala penyakit yang muncul, diberikan terapi sesuai kumannya. Bila pasiennya tidak terlalu parah, maka perawatan dapat dilakukan dirumah, karena banyak pasien AIDS merasa lebih baik dan aman berada dirumah dan di lingkungan keluarganya daripada di rumah sakit. Penderita AIDS perlu memperhatikan beberapa hal : · Perlu banyak istirahat · Perlu makanan dan minuman bergizi · Tetap berhubungan dengan sanak keluarga dan teman-teman · Hindari minuman alkohol dan rokok Sangat penting bagi anggota keluarga memperoleh informasi mengenai AIDS secara benar agar tidak panik dan takut berhubungan dengan anggota keluarga yang menderita. Yang penting adalah tidak kontak dengan cairan tubuh penderita AIDS (mis; darah, cairan kelamin) apalagi masuk kedalam system peredaran darah melalui luka.
Anggota keluarga perlu menyediakan waktu untuk mendampingi pasien AIDS dengan memberikan perhatian sewajarnya. Pasien memerlukan dukungan moril/psikologis dan menyadari bahwa ia tetap dicintai, dipedulikan dan diperhatikan dan tidak merasa seorang diri.
Lanjut ke Bagian 3 |




