Monday 06th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right

9 Langkah Bijak Dalam Pertanian PDF Print

9 LANGKAH MENUJU KEBIJAKAN

YANG BERKEADILAN UNTUK PERTANIAN

Selama ini telah terjadi kesalahan berfikir kita yang hanya mengandalkan aspek teknis pertanian saja. Mayoritas orang berfikir bahwa bertani itu mudah. Ada lahan, pupuk, benih/bibit, tanam-selesai, artinya fokusnya hanya memproduksi. Belum mengolah dan memasarkan. Padahal data menunjukkan, potensi pertanian di Indonesia sangat besar, tetapi belum terealisir. Ke depan harus didorong pertanian yang integratif dari hulu ke hilir, harus ada insentif ekonomi untuk merealisir potensi-potensi yang ada, sambil tetap keseimbangan ekosistem.

Ada 9 langkah kebijakan yang harus dirancang dalam proses transformasi ini :

1. Pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan dan penguatan organisasinya.

Tanpa organisasi yang kuat akan sangat sulit bagi orang miskin memanfaatkan peluang-peluang yang ada di lingkungannya, serta membangun kerjasama dengan mitranya. Organisasi-organisasi di pedesaan yang telah banyak dibentuk seperti kelompok tani, koperasi, dll, sangat efektif mengurangi kemiskinan.

2. Akses terhadap sumberdaya dan teknologi

Untuk negara berkembang harus memiliki pertumbuhan pertanian rata-rata 3,2%/tahun. Variabel kunci disini adalah bagaimana meningkatkan produktivitas melalui akses terhadap teknologi. Dengan meningkatnya pendapatan petani, mereka akan membeli barang-barang dan jasa yang diproduksi secara lokal dari sektor non pertanian di lingkungannya, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Revolusi hijau babak ke-dua, tetapi lebih akrab dengan alam, tampaknya harus segera dimulai untuk mencapai ketahanan pangan sekaligus memerangi kemiskinan.

3. Melestarikan teknologi dan budaya lokal

Hasil teknologi dan budaya lokal kita masih ada dibeberapa daerah, contoh hasil penangkaran benih padi rojolele, rening, dusel, dll merupakan produk lokal yang harganya bagus dan rasanya tidak kalah dengan beras impor kelas satu. Petani kita sudah mulai mampu memproteksi biodiversitas lokal untuk memperoleh pangan yang sangat sehat. Mereka sudah berpikir holistik, integratif yaitu menjaga dan menyatu dengan bumi agar kualitas tanah yang bagus untuk kelanjutan generasi mendatang. Mereka sadar, kalau bumi sehat, manusiapun sehat.

4. Pentingnya pendidikan masyarakat desa dan ketahanan pangan.

Peningkatan pendidikan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kelaparan dan kurang gizi.

5. Akses modal dan pasar

Peningkatan produktivitas melalui teknologi tentulah memerlukan modal kerja. Banyak petani dalam menjalankan teknologi tersebut kekurangan modal dan tidak pernah menerima pinjaman. Oleh karena itu sangat diperlukan lembaga-lembaga keuangan mikro pedesaan yang memberikan kemudahan bagi petani mengakses modal.

6. Stimulus fiskal guna meningkatkan pertumbuhan pertanian.

Sangat bagus jika anggaran sarana dan prasarana diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur pedesaan mendukung pertanian. Pembangunan jalan usaha tani pedesaan, air bersih, listrik, dan irigasi pertanian.

7. Kebijakan industri difokus ke agroindustri pedesaan untuk mendekatkan industri ke sentra produksi, menciptakan one million job a year di pedesaan.

8. Kebijakan perdagangan yang memberikan insentif bea masuk yang adil untuk melindungi petani dari produk impor pertanian dari luar yang lebih murah akibat subsidi.

9. Perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi harus berubah.

Perguruan tinggi pertanian sejak awal menanamkan pola pikir mahasiswa bahwa pertanian itu adalah bisnis besar. Mahasiswa diajarkan berpikir agribisnis, yaitu pertanian yang integratif dari hulu-hilir, yang merupakan sistem yang saling terkait dan harus dijaga keseimbangannya.

Mei Ulina Sarumaha, SP.

 

 

Login Form



Polls

Besarkah pengaruh gereja bagi keputusan pemerintah?
 

Who's Online

We have 2 guests online

Berita Diakonia

Ruang Anak Sekolah Minggu




Powered by GKPI. Proudly Hosted by IndoServer.Web.ID